Bank Sampah Perlu Standardisasi Nasional, Ini Tujuannya

Selasa, 19 Oktober 2021 – 10:36 WIB
Ilustrasi kegiatan Bank Sampah. Foto: dok website KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Standardisasi nasional dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme bank sampah.

Oleh sebab itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Le Minerale melaksanakan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale, Bank Sampah Induk Bersinar (BSB).

Hal ini bertujuan untuk memastikan sistem pengelolaan sampah secara kolektif berjalan dengan baik sehingga bisa meningkatkan sirkular ekonomi masyarakat.

BSB yang berada di Jalan Terusan Bojongsoang, Baleendah, Bandung, Jawa Barat ini menjadi proyek percontohan standardisasi bank sampah pertama karena dinilai mempunyai infrastruktur dan tim kerja yang memadai.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan KLHK mengapresiasi BSB yang mampu mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.

"Bank Sampah Bersinar adalah contoh bank sampah yang mampu mengedukasi masyarakat terhadap pemilahan sampah, memberikan pelajaran sirkular ekonomi, dan meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga masyarakat dapat keuntungan dan meningkatkan perekonomian," kata Rosa, Jumat (15/10).

BSB mendapatkan penghargaan sebagai bank sampah terbaik se-Indonesia pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah ke-VI tahun 2021 yang diselenggarakan KLHK.

Manajer ADUPI dan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale Hery Yusamandra mengatakan konsep pengelolaan melalui bank sampah dimulai dari sumbernya yaitu rumah tangga pada tingkat RT/RW melalui Bank Sampah Unit (BSU) sampai ke tingkat kewilayahan kota/kabupaten melalui Bank Sampah Induk (BSI). 

"Artinya akivitas pengelolaan sampah oleh BSI Bersinar menjadi cerminan pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat komunitas, maka harus kita dukung,” tutur Hery.

Pada kesempatan yang sama, CEO BSB Fei Febrianti memberi apresiasi atas dukungan dari KLHK, Le Minerale, dan ADUPI terhadap BSB.

"Pembinaan standardisasi akan menambah ilmu kami dan meningkatkan efektivitas kerja lebih cepat," ucap dia.

Fei mengaku bangga bisa menjadi dan menginspirasi bank sampah induk lainnya di Indonesia.

Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya Ronald Atmadja mengatakan Le Minerale terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan standar bank sampah.

Le Minerale juga menunjukkan komitmennya di bidang lingkungan melalui edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah.

"Le Minerale berharap standardisasi nasional bank sampah akan memperkuat daya bersaing dan menjadikan bank sampah berperan besar dalam pengelolaan sampah Indonesia,” ujar Ronald. (mcr9/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA JUGA: KLHK dan Le Minerale Inisiasi Standarisasi Bank Sampah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desa Kutajaya di Sukabumi Kini Punya Bank Sampah


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler