Bank Syariah Mandiri Fokus Pembiayaan Bermasalah

Jumat, 03 Maret 2017 – 02:17 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan kinerja yang baik untuk seluruh indikasi sepanjang 2016 lalu.

’’Alhamdulillah kinerja kami sudah on track, makin membaik,’’ ujar Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Agus Sudiarto.

BACA JUGA: Bidik Infrastruktur, BSM Gandeng Grup PT Inka

Tahun lalu, manajemen mulai mengimplementasikan corporate plan 2016-2020.

Sebelumnya, pada 2014 dan 2015, manajemen melakukan konsolidasi untuk fokus menangani pembiayaan bermasalah. 

Sepanjang 2016, manajemen melakukan penguatan fungsi tiga pilar (bisnis, risk, dan operation) dan membentuk command center untuk memonitor nasabah yang menunggak.

Manajemen juga mengimplementasikan stop & go policy baik per produk maupun per unit atas dasar  threshold, meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga telecollection, program reward berupa insentif penagihan, serta lelang jaminan.

Dengan semua langkah tersebut, manajemen berhasil membukukan laba operasional sebelum beban PPAP/CKPN sebesar Rp 1,60 triliun.

Perseroan juga memperkuat rasio pencadangan dengan membentuk biaya PPAP sebesar Rp 1,17 triliun.

 “Sehingga rasio cash coverage meningkat menjadi 67,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 58,11 persen,” katanya.

Adapun laba bersih yang dibukukan BSM per Desember 2016 mencapai Rp 325,4 miliar.

Jumlah itu naik 12,38 persen dibanding laba BSM per Desember 2015 yang sebesar Rp 289,6 miliar. (ers)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler