Banteng Vs Celeng, Ujang Komarudin: Fenomena Perlawanan Kelas Bawah PDIP Kepada Elite

Minggu, 17 Oktober 2021 – 09:34 WIB
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai polemik 'banteng versus celeng' di internal PDI Perjuangan bisa menjadi bumerang bagi partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Bahkan, lanjut Ujang, polemik itu justru menguntungkan Ganjar Pranowo yang didukung sejumlah kader PDIP.

BACA JUGA: Banteng Vs Celeng, Ujang Komarudin: Benih Perpecahan di PDIP Sudah Muncul

Ujang pun memberi saran kepada elite PDIP dalam menghadapi polemik tersebut.

"Lebih relaks saja dalam merespons aspirasi dari para pendukung Ganjar, karena PDIP itu, kan, punya mekanisme dan sistem untuk menentukan siapa capres dan cawapres yang akan diusulkan. Apalagi Ganjar itu, kader sendiri," kata Ujang kepada JPNN.com, Minggu (17/10).

BACA JUGA: Inilah Hal Menarik dari Banteng Vs Celeng

Akademisi Universitas Al Azhar Jakarta itu juga menilai polemik tersebut bisa saja menandai benih-benih perpecahan sudah muncul di tubuh PDIP.

"Fenomena perlawanan kelas bawah PDIP pada elite-elitenya," ujar Ujang.

BACA JUGA: Slamet PKS Desak Jokowi Batalkan PP 85/2021, Nih Alasannya

Sebelumnya, polemik 'banteng vs celeng' timbul setelah terdapat kader PDIP yang menginginkan partai berlambang kepala banteng itu mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Istilah 'celeng' awalnya dilontarkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto.

Pacul, sapaan akrab Bambang, menyematkan sebutan celeng kepada kader PDIP yang mendeklarasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo.(cr1/jpnn)


Redaktur : Friederich
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler