Bareskrim Sisir Puluhan Gigabyte Data di Hard Disk Saracen

Senin, 28 Agustus 2017 – 22:33 WIB
Martinus Sitompul. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Bareskrim Polri terus mendalami sindikat Saracen yang memproduksi hoaks dan ujaran kebencian untuk keuntungan finansial. Kini, fokus penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri adalah meneliti data dalam hard disk dan flashdisk milik sindikat yang menernakkan ribuan akun di medsos itu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes, Martinus Sitompul mengatakan, hard disk milik sindikat Saracen memuat puluhan gigabyte data. Karena itu, penyidik terus menyisirnya.

BACA JUGA: Bareskrim Dalami Peran Nama-Nama Tenar di Kasus Saracen

"Penyidik masih terus bekerja. Puluhan gigabyte sedang diekstraksi penyidik, tapi masih perlu pendalaman," tutur Martinus, Senin (28/8).

Menurutnya, untuk mendalami berbagai data dalam hard disk itu memang butuh waktu. Sebab, proses penelitian datanya tetap secara manual.

BACA JUGA: Catat, Bang Razman Sebut Eggi dan Mayjen (Purn) Ampi Bertetangga

Selain itu, penyidik juga masih menelusuri berbagai transaksi keuangan Saracen. Hal itu juga untuk mengetahui pihak-pihak yang menggunakan jasa sindikat produsen fitnah itu.

"Ada beberapa rekening yang masih dianalisis agar bisa diketahui aliran dananya, berapa jumlah dananya, apa ada pemesanan berita menyesatkan," katanya.

BACA JUGA: Polri Ungkap Saracen, Akbar Faizal: Ini Prestasi Besar

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membekuk tiga tersangka pengelola grup Saracen di tiga lokasi berbeda. Yakni JAS, SRN dan MFT.

Mulanya polisi menangkap MFT di Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli. Selanjutnya, Polisi membekuk SRN di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus.

Terakhir, polisi menggelandang JAS di Pekanbaru pada 7 Agustus silam. JAS merupakan ketua sindikat Saracen.(elf/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bareskrim Telisik Fakta Hukum terkait Kepengurusan Saracen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler