Baru 60 Persen, Honda Panggil Lagi Konsumen ke Bengkel

Selasa, 22 Oktober 2019 – 16:22 WIB
Honda CRV. (Foto: honda/jpnn)

jpnn.com, JAKARTA - PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan sampai September 2019, telah dilakukan penggantian komponen inflator airbag sebanyak 362.854 unit komponen atau sekitar 60 persen dari 606.726 unit komponen yang harus mengalami proses ini.

HPM meminta agar konsumen yang mobilnya teridentifikasi dan belum melakukan kegiatan penarikan kembali (recall), untuk segera mengganti  komponen di dealer resmi Honda.

BACA JUGA: Honda Indonesia Kembali Recall 7330 Unit, Cek Mobil Kamu!

Service & Parts Asst. General Manager PT HPM, Denny MT mengatakan kampanye ini merupakan bagian dari upaya Honda untuk selalu memastikan kendaraannya berada pada standar keselamatan dan kualitas yang tertinggi.

"Kami meminta konsumen yang kendaraannya teridentifikasi untuk segera membawa mobilnya ke bengkel resmi Honda untuk proses pemeriksaan dan penggantian komponen. Penggantiannya pun tidak lama, hanya 1–2 jam dan dilakukan tanpa memungut biaya apapun dari konsumen," kata Denny dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10).

BACA JUGA: Honda Kembangkan Teknologi HUD di Africa Twin dan CBR500R

Kampanye recall untuk inflator airbag yang dilakukan Honda, merupakan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya keadaan airbag mengembang secara berlebih, atau over deployment akibat tekanan gas yang berlebihan dalam komponen inflator airbag.

Hal itu tentunya, dapat berpotensi mengakibatkan cedera serius dan/atau kematian pengemudi, dan/atau penumpang depan pada saat terjadi kecelakaan.

BACA JUGA: Mitsubishi Vietnam Recall 14.051 Xpander karena Masalah Pompa Bahan Bakar

Kampanye penarikan kembali atas inflator airbag merupakan bagian yang telah berjalan sejak Mei 2013, terhadap produk Honda Civic (2001-201), Honda Stream (2002-2006), Honda CR-V (2002-2012), Honda Accord (2003-2013), serta Honda City (2004-2013). (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler