Basarah Sebut Bung Karno Tunjukkan Kelasnya Sebagai Pahlawan Sejati Meski Dipenjara di Banceuy

Selasa, 08 November 2022 – 20:22 WIB
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah bersama kolega separtainya, Andreas Hugo Pareira memanjatkan doa di sel penjara Bung Karno di Banceuy, Bandung, Selasa (8/11). Foto: Fathan

jpnn.com, BANDUNG - Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah mengunjungi lokasi sel penjara Proklamator RI Soekarno di situs bersejarah Banceuy, Bandung, Selasa (8/11).

Basarah didampingi politisi PDI Perjuangan lainnya, seperti Andreas Hugo Pareira dan pengurus partai di DPD PDIP Jawa Barat.

BACA JUGA: Jaga Perdamaian Dunia, Gerakan Non-Blok ala Bung Karno Harus Terus Digelorakan

Saat tiba di lokasi, Wakil Ketua DPR RI itu bersama Andreas langsung menuju kamar sel tempat Bung Karno ditahan pada 1929 yang lalu.

Basarah kemudian mengajak rombongan memanjatkan doa untuk Putra Sang Fajar itu.

BACA JUGA: Ganjar Temui Jokowi di Istana, Hadir Elite PDIP dan Keluarga Bung Karno, Ada Apa?

“Ayo, berdoa menurut keyakinan masing-masing,” kata Basarah.

Pria yang dikenal Profesor Pancasila di kalangan politisi itu menyampaikan lokasi ini merupakan bukti bahwa Bung Karno merupakan pejuang nasional sejati.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Bung Karno Tak Pernah Berkhianat, Gelar Kepahlawanan Kembali Dipertegas

Meski dikurung pada 1929 oleh Pemerintah Hindia-Belanda, Bung Karno berhasil membuat pleidoi Indonesia Menggugat yang sangat monumental bagi kemerdekaan RI.

Di penjara itu, Bung Karno banyak membaca berbagai buku sembari menulis pleidoi.

“Padahal beliau dikurung dalam ruangan yang sangat sempit tetapi menunjukkan kelasnya dengan membuat pleidoi yang dikenal Indonesia Menggugat. Ini bukti bahwa beliau merupakan pahlawan sejati,” tutur Basarah.

Kunjungan Basarah ini dilakukannya setelah menghadiri pertemuan akademisi dari berbagai negara di Hotel Savoy Homann, Bandung, Selasa (8/11).

Hotel itu merupakan lokasi pertemuan Konferensi Asia Afrika (KAA).

Para akademisi itu berkolaborasi untuk melihat lebih dalam seberapa relevansinya Gerakan Non-Blok atau Nonaligned Movement untuk menjaga perdamaian dunia saat ini.

Acara itu merupakan rangkaian kegiatan Bandung Belgrade Havana in Global History and Perspective bertajuk Whats dreams, what challenge, what projects for a global future.

Kegiatan di Bandung ini bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Hadir sejumlah peneliti berbagai negara, termasuk Indonesia, secara daring dan luring. Selain Ahmad Basarah, anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira juga hadir di lokasi.

Para peneliti yang diajak dalam program ini antara lain ialah Annamaria Artner (Hungaria), Connie Rahakundini Bakrie (Indonesia), Isaac Bazie (Bukrina Faso/Canada), Beatriz Bissio (Brasil/Uruguay), Marzia Casolari (Italia), Gracjan Cimek (Poland), Bruno Drweski (Prancis/Polandia), Hilman Farid (Indonesia), Darwis Khudori (Indonesia/Prancis), Seema Mehra Parihar (India), Jean-Jacques Ngor Sene (Senegal/USA), Istvan Tarrosy (Hungaria), Rityusha Mani Tiwary (India), Nisar Ul Haq (India). (Tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puan Dinilai Teruskan Legacy Bung Karno dan Megawati


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler