Batalyon Komando 462 Kopasgat Sukses Evakuasi Rombongan Kapolda Jambi Via Udara

Selasa, 21 Februari 2023 – 23:31 WIB
Komandan Batalyon Komando (Yonko) 462 Kopasgat Letkol Pas Muhammad Junaidi saat memeriksa kondisi Kapolda Jambi Irjen Hartono saat berhasil dievakuasi ke atas helikopter. Foto:Yonko 462 Kopasgat.

jpnn.com - Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono beserta rombongan akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim Search And Rescue Batalyon Komando 462 Kopasgat.

Evakuasi oleh Tim SAR Batalyon Komando 462 Kopasgat yang dipimpin oleh Komandan Batalyon Komando (Yonko) 462 Kopasgat Letkol Pas Muhammad Junaidi menggunakan Helikopter Super Puma H 3211 milik TNI AU.

BACA JUGA: Evakuasi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono Terkendala Cuaca

Helikopter tersebut diawaki oleh Mayor Pnb M Ravi Rakasiwi dari Baseops Lanud Roesmin Nurjadin menuju Provinsi Jambi.

Setidaknya ada tujuh personel Yonko 462 Kopasgat yang diperbantukan untuk melakukan proses evakuasi.

BACA JUGA: Evakuasi Kapolda Jambi, 6 Helikopter Dikerahkan

Helikopter Super Puma H 3211 milik TNI AU itu dilengkapi dengan peralatan hoist untuk mengevakuasi korban tanpa harus mendarat di lokasi.

Komandan Batalyon Komando 462 Kopasgat Letkol Pas Muhammad Junaidi mengatakan bahwa hingga Selasa (21/2) sore, pihaknya bersama Basarnas RI sudah berhasil mengevakuasi para korban, termasuk Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono.

BACA JUGA: Tim Evakuasi Temukan Lokasi Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono

“Iya benar. Kami mengevakuasi 7 orang. Termasuk evakuasi Kapolda,” kata Letkol Junaidi kepada JPNN.com.

Seusai melakukan evakuasi korban, SAR Batalyon Komando 462 Kopasgat langsung kembali Baseops Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

“Setelah melakukan evakuasi kami langsung kembali ke batalyon,” pungkas Junaidi.

Helikopter yang membawa rombongan Kapolda Jambi Rusdi Hartono mendarat darurat pada Minggu (19/2) lalu.

Heli itu mendarat di Gunung Kerinci dalam posisi di tengah hutan dan sulit untuk dijangkau dari darat. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Berbagai upaya evakuasi sebelumnya sudah dilakukan namun gagal karena faktor cuaca. Lokasi para korban sering ditutup kabut sehingga menyulitkan operasiaonal helikopter. (mcr36/JPNN).


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler