Batam akan Impor Ikan Lele

Produksi 188 Ton, Kebutuhan 300 Ton per Bulan

Selasa, 21 Februari 2012 – 16:00 WIB
BATAM CENTRE - Kepala Dinas KP2K, drh Suhartini mengungkapkan bahwa produksi ikan lele di Batam yang mencapai 188 ton per bulan. Namun, jumlah ini tidak mampu memenuhi  kebutuhan warga yang mencapai 300 ton per bulan. Untuk memenuhi kebutuhahn tersebut, pemerintah mencarikan solusi dengan impor.

"Tim dari pusat bersama staf Dinas KP2K sudah turun ke lapangan untuk melihat dari dekat budidaya lele di Batam. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa produksi pembudidaya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Batam," kata Suhartini kepada Batam Pos (JPNN Grup).

Melihat kenyataan itu, imbuh Suhartini, pihaknya meminta Pemerintah Pusat bisa memahami bahwa saat ini kebutuhan warga Batam terhadap lele yang sebulannya mencapai 300 ton. "Saat ini produksi kan masih 188 ton per bulan, jadi ya masih kurang dari angka kebutuhan yang mencapai 300 ton per perbulan. Kita meminta pusat memahami kebutuhan warga Batam masih belum tercukupi, dan kekurangannya itu dari mana diperoleh," ujarnya dengan nada tanya.

Suhartini menegaskan bahwa pihaknya sudah mendorong kegiatan budidaya lele di sejumlah kawasan. Selain itu, Dinas KP2K juga mendorong agar lebih banyak masyarakat yang terjun dalam kegiatan budidaya lele di Batam. "Tapi budidaya kan tidak semudah membalik telapak tangan. "Banyak kendala yang dihadapi. sehingga kita meminta pusat bisa memahami keterbatasan dan tingginya kebutuhan masyarakat itu," tegasnya.

Kendala yang dihadapi, kata dia di antaranya air yang sulit diperoleh, lahan yang tidak semua bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lele, harga pakan yang mahal dan pakan alami juga sulit diperoleh. "Kita sudah berupaya tapi tetap ada keterbatasan" katanya.

Dinas KP2K, kata dia juga sudah mengupayakan pemasukan lele dari daerah lain seperti Tanjungpinang. "Tapi justru harganya jadi mahal," ujarnya.
  
Untuk mengatasi masalah kekurangan kebutuhan, Suhartini menegaskan impor lele merupakan solusi yang bisa ditempuh. "Saat ini memang impor lele jadi solusi tepat, karena kalau kita mendatangkan dari Tanjungpinang pun harganya jadi mahal," pungkasnya. (hda/fuz/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Melepuh, Bocah Kecebur Kuah Sop

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler