Bazar Imlek Kota Tua jadi Destinasi Wisata Kuliner

Senin, 22 Januari 2024 – 15:45 WIB
Pengunjung memadati bazar Imlek di Kota Tua, Tanjungpinang, Kepri, Minggu (21/1/2024) malam. (ANTARA/Ogen)

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad membuka Bazar Imlek 2575/2024 di kawasan Kota Tua, Kota Tanjungpinang, Kepri. Ansar menilai bahwa kegiatan Bazar Imlek itu menjadi wisata kuliner di daerah setempat.

"Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah merevitalisasi Kota Tua untuk menarik wisatawan dalam dan luar negeri," kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Kepri, Senin (22/1).

BACA JUGA: Libur Imlek Tanpa Pembatasan, Warga China Kembali Serbu Bali

Bazar Imlek menjadi salah satu agenda tahunan di Kota Tanjungpinang yang digelar di Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar, dengan menawarkan berbagai macam produk, kuliner, dan hiburan bagi pengunjung. Kegiatan ini berlangsung sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2024.

Dari tiga pintu masuk, yakni kedua ujung Jalan Merdeka dan Jalan Teuku Umar, pengunjung akan disambut dengan ratusan tenda stan usaha mikro kecil dan menengah bernuansa merah, serta ratusan lampion merah yang identik dengan perayaan Imlek.

BACA JUGA: Di Acara Imlek, Jokowi Ungkap Alasan Mengapa Tidak Lockdown, Lalu Bahas Rekening Orang

Tahun ini ini Bazar Imlek diikuti 300 stan, meningkat dibanding tahun lalu sekitar 200 stan.

Sejak pertama dibuka, bazar tersebut selalu dipadati para pengunjung, mulai sore hingga malam hari.

BACA JUGA: Tahun Baru Imlek 2023, Perayaan Kebebasan Warga China

Gubernur Ansar menyatakan Bazar Imlek merupakan salah satu sarana untuk membangun kebersamaan dan moderasi di tengah keberagaman etnis, adat, dan suku bangsa yang ada di Kepri.

"Pedagang yang berjualan tidak hanya warga Tionghoa, namun, dari berbagai etnis dan suku bangsa. Kita patut bangga, kendati Kepri daratannya hanya empat persen, tetapi seluruh etnis, adat, dan suku bangsa di sini belum pernah terlibat konflik horizontal," ujar Ansar.

Dia juga mengatakan bahwa ke depan semua bagian Kota Tua akan memiliki wajah yang sama, sehingga menjadi heritage town yang menarik bagi wisatawan.

Kota Tua kini sudah dilengkapi dengan pemandangan air mancur, lampu hias di pinggir jalan, penataan kabel bawah tanah, pembangunan pedestrian jalan, serta area khusus pedagang UMKM berjualan aneka kuliner setiap akhir pekan.

“Kami ingin peninggalan Kota Tua ini disulap menyerupai Jalan Malioboro di Yogyakarta, sebagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, terutama pada malam hari," ucap Ansar.

Salah seorang warga, Rina, mengaku senang bisa berbelanja di Bazar Imlek Kota Tua.

Menurutnya, banyak barang dagangan yang menarik dan murah di sini, terutama kuliner baik tradisional maupun modern.

"Saya suka belanja di sini, banyak barang yang lucu-lucu dan harganya juga terjangkau. Kalau lapar atau haus, tinggal pilih mau makan dan minum apa. Semuanya tersedia," kata Rina.

Seorang pegiat UMKM, Siti mengatakan Bazar Imlek merupakan kesempatan baginya untuk mempromosikan produk kulinernya.

Dia mengaku omzetnya meningkat sejak berjualan di Bazar Imlek, yaitu sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per hari.

Siti juga mengapresiasi panitia bazar pemerintah daerah yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan bagi UMKM untuk berjualan.

Dia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahunnya.

"Saya berterima kasih kepada penyelenggara dan pemerintah yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk berjualan di sini. Fasilitasnya juga bagus, ada tenda dan listrik," ucap Siti. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler