BBM Langka Akibat Longsor

Senin, 12 Maret 2012 – 17:26 WIB

KERINCI-  Hanya karena longsor pada hari Rabu (07/03) lalu ,yang mengakibat mobil tangki BBM terjebak selama 1 hari, berujung dengan kelangkaan BBK di Kerinci hingga hari ini. Hal tersebut dibenarkan oleh Zulpardi, kepala SPBU Koto Lebu, saat dikonfirmasi oleh harian ini kemarin, menurutnya kelangkaan BBM ini akan terjadi hingga satu pekan ke depan.

“Iya, khususnya premium mulai langka, ini disebabkan mobil tangki BBM tidak masuk 3 hari lalu saat longsor kecil, mobil terjebak di jalan Sungaipenuh-Tapan,”ujarnya.
 
Menurutnya, kelangkaan dan antri di SPBU ini diperkirakan hingga satu minggu kedepan, setelah kondisi ini akan berangsur normal. “Kalau sudah tidak masuk sehari saja, kelangkaannya sampai berminggu-minggu, karena saat tangki tidak masuk, warga antri menunggu BBM masuk,”bebernya.

Ia menambahkan, dengan langkanya BBM di Kerinci dan Sungaipenuh, para pedagang eceran yang membeli BBM dengan menggunakan derigenpun berdatangan, setiap hari ratusan derigen milik pedagang eceran ngantri di SPBU.

“Ini sudah mentradisi, setiap BBM langka, pembeli berderigen berdatangan, karena mereka bisa menjual ecerana dengan harga mahal,”tambahnya.

Lantas apakah situasi borong BBM oleh para pedagang eceran ini karena adaya rencana kenaikan BBM pada awal April mendatang" Zulpardi menampik hal tersebut. “Tidak, ini murni karena mobil tangki BBM tidak masuk 3 hari lalu, kelangkaannya pun menjadi berantai,”ujarnya.

Namun tambahnya, diprediksi akhir bulan Maret ini, antrian dan kelangkaan BBM di Kerinci dan Sungaipenuh kembali terjadi, karena para pengguna BBM pasti akan memborong BBM menjelang kenaikan BBM terjadi.

“Kita memprediksikan mulai tanggal 25 Maret, kelangkaan BBM akan kembali terjadi, ratusan derigen dan antri kendaraan akan terjadi, warga pasti ingin memborong BBM karena harganya akan naik. Ini perlu antisipasi dan kerjasama pemerintah dan juga Polres Kerinci, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”tukasnya.

Sementara itu, Waka Polres Kerinci, Kompol Ade Dirman, dikonfirmasi harian ini mengatakan, dalam rangka menghadapi kenaikan BBM pada awal April mendatang, pihaknya akan menurunkan sebanyak 15 personil disetiap SPBU yang ada di Kerinci dan Sungaipenuh untuk melakukan pengamanan.

Ini dilakukan, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan dan antrian panjang para pembeli yang diperkirakan akan memborong BBM sebelum kenaikan harga. “Total personil yang akan kita turunkan adalah 49 orang, 3 SPBU yang ada di Kerinci ini akan kita tugaskan masing-masing 15 personil, dengan Pam terbuka dan tertutup,”tegasnya.

Dirinya juga menghimbau dan meminta peran masyarakat Kerinci dan Sungipenuh untuk tidak melakukan penimbunan BBM, jika kedapatan, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas. “Kita akan tindak tegas penimbun BBM, siapapun orangnya, sesuai dengan instruksi pimpinan,”tukasnya.(hdi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Perampokan Makin Sering, Nelayan Dibuang di Laut


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler