Beberkan Data Penting, Pangeran Siahaan Sebut Ganjar Tak Merendahkan Profesi

Sabtu, 23 September 2023 – 05:58 WIB
Ketua LARI Pangeran Siahaan mengajak semua pihak melihat dan mendengarkan secara utuh gagasan Ganjar Pranowo terkait lapangan pekerjaan. Dok: Tim media Ganjar.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua gerakan Langkah Anak Muda Republik Indonesia (LARI), Pangeran Siahaan mengajak semua pihak mendengarkan secara utuh gagasan bakal capres Ganjar Pranowo terkait lapangan pekerjaan.

Hal ini Pangeran katakan, terkait munculnya polemik pernyataan Ganjar Pranowo terkait profesi jurnalis dan spembawa acara atau master of ceremony (MC) dalam program Mata Najwa on Stage Yogyakarta di UGM yang bertajuk '3 Bacapres Bicara Gagasan' terus bergulir.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Meningkatkan Mutu Pendidikan, Mulai dari Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer

“Di acara Mata Najwa, Pak Ganjar dituduh merendahkan profesi MC dan jurnalis. Tidak benar itu. Inilah pentingnya untuk melihat sebuah diskusi dalam konteks yang lengkap,” ujar Pangeran dalam keterangan resmi, Sabtu (23/9).

Pangeran menjelaskan, publik terkecoh dengan narasi yang mendeskrisitkan Ganjar Pranowo. Padahal eks Gubernur Jawa Tengah dan Najwa Shihab hanya berdiskusi tentang ketidakcocokan antara dunia pendidikan dan dunia kerja di Indonesia.

BACA JUGA: Ganjar: Ulama Harus Dilibatkan dalam Pengambilan Keputusan Penting Negara

"Diskusi saat itu adalah tentang mismatch antara dunia pendidikan dan juga sektor dunia kerja di Indonesia," katanya.

Pangeran mengungkapkan, merujuk dari data yang disampaikan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim yang membeberkan 80 persen lulusan perguruan tinggi itu bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya.

Bahkan lebih khusus secara jurnalistik, Pangeran menyebut bahwa riset Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, hingga Remotivi mengungkapkan bahwa 65 persen mahasiswa dan 63 persen mahasiswi yang belajar jurnalistik itu tidak menaruh bidang jurnalisme sebagai pilihan utama di tempat mereka mau berkarier.

Dari fakta-fakta tersebut, Pangeran menilai saat ini ada yang dipelajari oleh mahasiswa atau mahasiswi sangat bertolak belakang dunia kerja.

“Bahkan kalau kita lihat beberapa jurnalis top Indonesia itu banyak yang belajarnya, kuliahnya bukan jurnalistik atau komunikasi,” ujarnya.

Karena itu Pangeran berujar, yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo bukanlah merendahkan profesi jurnalistik. Melainkan ingin memberitahukan adanya problem ketidakcocokan antara pendidikan dan dunia kerja.

“Jadi, apa yang dikatakan oleh Pak Ganjar itu bukan merendahkan profesi jurnalis, tapi sedang membicarakan ketimpangan hasil lulusan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Sekadar informasi, beberapa pewarta top di Indonesia yang bukan lulusan jurnalistik adalah Najwa Shihab dari jurusan hukum, Rosiana Silalahi dari jurusan sastra, Goenawan Mohamad dari jurusan psikologi, dan Bondan Winarno dari jurusan arsitektur.(mcr10/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler