Begal Diberondong Tembakan Polisi, Kapolres Lakukan Investigasi

Sabtu, 19 Maret 2022 – 04:44 WIB
Unjuk rasa warga menuntut kasus penembakan begal hingga tewas, di Mapolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (18/3/2022). ANTARA/HO-Humas Polres Sumenep

jpnn.com, SUMENEP - Puluhan orang yang mengatasnamakan Pemuda Penegak Hukum (PPH) Sumenep berunjuk rasa menuntut kapolres mengusut tuntas kasus penembakan pelaku begal sepeda motor, Jumat.

Menurut korlap aksi Fathor Rosi, penembakan pelaku begal sepeda motor hingga tewas melanggar ketentuan dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

BACA JUGA: Oknum Guru Pemerkosa Siswi Beri Pengakuan Mengejutkan, Pernah Jadi Begal Payudara Juga

"Seharusnya dilumpuhkan saja, bukan ditembak mati. Karena itu, kami mendesak agar personel polisi yang melakukan penembakan diberi sanksi," katanya.

Fathor menilai penembakan pelaku begal oleh lima anggota polisi itu sudah melanggar prosedur, apalagi telah ditemukan ada enam peluru yang bersarang di tubuh korban.

BACA JUGA: Tembak Mati Erfaldi, Bripka H Ditahan

"Sangat tidak masuk akal jika alasannya untuk melumpuhkan, tetapi jumlah tembakan yang dilepas sebanyak enam kali," katanya.

Unjuk rasa memprotes penembakan pelaku begal sepeda motor hingga tewas di Mapolres Sumenep, Jumat itu merupakan gelombang kedua.

Gelombang pertama digelar pada Kamis (17/3) oleh aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep.

Terduga pelaku begal sepeda motor yang ditembak polisi hingga tewas bernama Herman (24), warga Dusun Polay Timur, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep.

Dia tewas setelah diberondong enam kali tembakan oleh polisi di Jalan Adirasa, Kolor, Sumenep sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (13/3).

"Aksi yang kami lakukan ke Mapolres Sumenep ini bukan dalam rangka membela pelaku begal, akan tetapi membela nilai-nilai kemanusiaan. Memang benar si begal itu salah, akan tetapi tidak seharusnya ditembak hingga mati," kata peserta aksi lainnya, Muhammad.

Menanggapi protes massa, Kapolres AKBP Rahman Wijaya mengaku sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penembakan pelaku begal oleh lima anggota polisi pada 13 Maret 2022.

"Kami telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas melakukan investigasi terkait kasus penembakan anggota kami pada terduga pelaku begal sepeda motor hingga yang bersangkutan tewas," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler