Begal Makin Marak, Irjen Fadil Imran Geram, Para Kapolsek Harus Baca Ini

Selasa, 08 Maret 2022 – 04:56 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Foto: Dokumen JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merespons perihal maraknya kasus kriminal yang belakangan terjadi di tengah masyarakat.

Kasus-kasus tersebut viral di media sosial.

BACA JUGA: 5 Remaja Ingusan Asal Palembang Pelaku Begal Sadis

Irjen Fadil mengaku siap melakukan sidak ke lokasi yang kerap terjadi aksi kriminal.

Dia lantas menyoroti aksi begal yang terjadi di Depok dan Bekasi.

BACA JUGA: Mengapa Bripka H Tembak Pengunjuk Rasa?

"Saya akan datang ke lokasi-lokasi yang rawan tersebut sesuai jam kejadian," kata Fadil lewat unggahan pada akun @kapoldametrojaya di Instagram, Senin (7/3).

Mantan kapolda Jawa Timur itu mengatakan maraknya kasus kriminal yang merugikan masyarakat harus direspons dengan cepat.

BACA JUGA: Uang Zakat ASN Rp 1,1 Miliar Ditilap, Astagfirullah, Pelakunya Ternyata

Fadil memastikan akan mengevaluasi jajarannya guna menyikapi kasus tersebut.

"Saya akan evaluasi bersama-sama. Kami susun intervensi yang dapat membuat masyarakat aman dan nyaman," kata Irjen Fadil Imran.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu menekankan penyelesaian kasus secara menyeluruh perihal aksi kriminal di masyarakat.

Orang nomor 1 di Polda Metro Jaya itu meminta para kapolsek di wilayah hukumnya melakukan pemetaan wilayah yang dinilai rawan bagi warganya.

"Kita (polisi, red) harus bekerja dengan ikhlas dan harus bekerja menyelesaikan persoalan, bekerja tuntas. Catat, ya, para kapolsek, saya akan datang ke lokasi-lokasi yang rawan tersebut," kata Fadil.

Fadil lantas meminta Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat untuk menyiapkan rencana operasi dalam menekan aksi kriminal di masyarakat.

"Saya minta pak dirkrimum disusun betul rencana aksi itu utuk mengidentifikasi kasus yang menganggu masyarakat. Khususnya di wilayah Bekasi, Depok, Tangerang. Pak dirkrimum disiapkan operasinya itu," kata Fadil Imran.

BACA JUGA: Senjata Api Milik Prajurit TNI Hilang, Letkol Ali Syahputra Lakukan Investigasi

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan aksi tawuran yang terjadi belakangan ini bermula dari saling ejek di media sosial.

Patroli siber, klaim dia, telah digencarkan oleh jajarannya.

"Kalau adanya tawuran ini fenomena baru. Biar teman-teman tahu bahwa anak-anak remaja ini sekarang janjian tawuran itu pakai media sosial," kata Zulpan.

Mantan jubir Polda Sulsel itu mengatakan lantaran aksi tawuran bermula dari ajakan di media sosial, petugas kerap tak mengetahui.

"Polsek-polsek itu kadang-kadang mereka tidak mengetahui jam sekian ada tawuran di Pasar Rumput atau di Tanjung Priok, sekarang mereka janjiannya di media sosial. Makanya tim siberlah yang memantau, geng-geng ketemuan di jam berapa itu tawuran," kata Zulpan.

Lulusan Akpol 1991 itu meminta kesadaran masyarakat dalam menyikapi tawuran khususnya di kalangan remaja.

Menurut Zulpan, peran aktif dari keluarga diperlukan dalam menekan kasus tersebut berulang.

Pasalnya, lanjut dia, mengantisipasi tawuran tidak hanya tugas Polri.

Zulpan meminta semua pihak, seperti guru, orang tua, tokoh agama, guru ngaji, agar memberikan pemahaman positif kepada anak-anak.

"Jangan sampai pelaku tawuran yang kami amankan, yang melakukan kejahatan itu juga dipengaruhi narkoba," kata Zulpan. (cr3/jpnn)


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler