jpnn.com - JAKARTA - Kabareskrim Komjen Budi Waseso santai menanggapi petisi di situs change.org dengan judul "Copot Kabareskrim Budi Waseso". Petisi itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.
Petisi itu didorong oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti. Pria yang akrab disapa Buwas itu dinilai tengah melemahkan gerakan antikorupsi.
BACA JUGA: Ssttt...Ada Calon Kada dari PDIP Minta Dukungan PPP Kubu Djan Faridz
"Iya, enggak ada masalah. Itu kan hak setiap masyarakat," ucap Buwas usai mengikuti Salat Id di Lapangan Bhayangkara, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (17/7).
Buwas mengaku, memiliki tugas untuk menjaga amanah. Pasalnya, hal ini merupakan perintah undang-undang. Karena itu, ia menerima koreksi apabila tidak menjalankan tugas dengan baik. "Di saat saya tidak baik dan tidak benar, itu juga harus dikoreksi, enggak ada masalah," ucap Buwas.
BACA JUGA: Jumlah Penerima Remisi Lebaran Tahun Ini Menurun
Namun, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, 19 Februari 1960 ini menambahkan, pihak yang memberikan koreksi harus mengecek dahulu pekerjaan yang dilakukan. Sehingga, sambung dia, mereka tidak asal mengoreksi.
"Kalau ada orang yang tidak tahu penanganan saya atau apa yang saya kerjakan harusnya datang dicek. Kan itu boleh. Wong saya berusaha untuk melaksanakan semua dengan transparan," tutur Buwas.
BACA JUGA: Mensos jelaskan saldo PSKS bisa diambil kapanpun
Buwas memiliki keyakinan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan undang-undang. "Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa saya tidak melakukan hal yang memang bertentangan dengan undang-undang," tandasnya. (gil/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terbanyak Jabar, Disusul Jatim dan DKI
Redaktur : Tim Redaksi