Begini Lho Trik Membuat Anjing Lebih Patuh dan Sopan

Usia 5-6 Bulan Anjing Sebaiknya Tidak Dilatih Sama Sekali

Rabu, 24 Juni 2015 – 08:13 WIB
Ilustrasi.

jpnn.com - PUNYA anjing yang penurut adalah hal yang menyenangkan. Jika tidak diikuti dengan manner, hewan yang dijuluki sahabat terbaik manusia tersebut bisa jadi amat menjengkelkan. Tingkahnya mengganggu, bahkan merusak. Namun, tahukah Anda bahwa anjing bisa dilatih bersopan santun?

Melatih manner adalah salah satu hal yang wajib diperhatikan para penghobi anjing. ''Patuh saja nggak cukup. Sebab, kepatuhan dan manner itu bagaikan dua ban,'' ucap Phillip Jeong, personal dog trainer, di Surabaya. Keduanya harus berkembang dan sejalan. Jika tidak, anjing akan memiliki karakter yang sulit diatur.

Manner pada anjing merupakan sikap hormat dan taat aturan. Sementara itu, patuh adalah respons terhadap perintah. Secara umum, Phillip menjelaskan bahwa semua jenis anjing bisa dilatih. Mulai tipe toy hingga guard. Dengan syarat, anjing berada dalam ''masa emas''. Yakni, di usia 2-5 bulan dan 6-12 bulan.

Pada masa-masa tersebut, daya serap anjing mencapai 90 persen. Namun, pada fase estrus di usia 5-6 bulan, anjing lebih baik tidak dilatih sama sekali. ''Pada satu bulan tersebut, anjing memasuki masa praremaja. Sulit diatur, bandel,'' ujar pria asli Kediri tersebut. Fase itu, menurut Phillip, merupakan transisi dari masa puppy A ke puppy B.

Selama masa pubertasnya, subspesies Canis lupus familiaris itu tak acuh pada pemiliknya. Phillip mencontohkan, anjing tidak merespons saat dipanggil atau diajak bermain. Jika menunjukkan reaksi tersebut, sebaiknya pemilik anjing juga cuek. Dia menjelaskan, secara tidak langsung, jika dituruti, mereka akan terlatih untuk arogan.

''Kalau tidak dibiasakan, mereka akan beranggapan bahwa mereka adalah bosnya. Soalnya, kita menuruti keinginan mereka,'' jelasnya. Jika terlatih untuk sopan sebelumnya, mereka akan lebih tenang. Sayangnya, Phillip sering menemui anjing yang terlambat ditangani. Mereka ''disekolahkan'' karena telanjur nakal.

Memang, butuh waktu dan ketelatenan untuk melatih mamalia yang masih satu kerabat dengan serigala tersebut. Jika dilatih secara konvensional (regular training), waktu yang dibutuhkan 3-6 bulan. Lama waktu bergantung pada breed dan usia anjing. Namun, Phillip menjelaskan, manner yang terbentuk permanen.

Pria yang menjadi pelatih anjing profesional sejak 2012 itu menegaskan, otak anjing masih primitif. Karena itu, pikirannya pun tidak jauh-jauh dari leader-follower. Ciri-ciri anjing yang belum atau tidak memiliki manner adalah tidak mampu mengontrol gonggongan dan excitement-nya. Salah satunya saat menyambut pemilik atau tamu.

''Tiap ada orang datang, mereka pasti heboh, rame. Kalau diartikan, itu seperti sini dulu, sapa aku dulu. Elus-elus, main dulu,'' papar Phillip. Jika dituruti, anjing akan merasa ialah sang alpha alias pemimpin. Agar kebiasaan ''sok bos'' tersebut hilang, jangan biasakan memanjakan anjing saat masuk rumah. Tunggu setidaknya 10-15 menit, baru ajak ia bermain.

Kebiasaan sopan lain yang biasa diajarkan adalah tata krama makan. Agar tidak beringas kala melihat makanan, Phillip menuturkan, anjing harus dibiasakan menunggu. Siapkan makanan anjing di tempat makannya, letakkan. Lalu perintahkan. Pria yang mengikuti short course pelatihan anjing hingga Negeri Paman Sam tersebut menjelaskan, anjing yang terlatih, baru mau makan saat pemiliknya sudah mengizinkan.

''Bahkan, ada yang mau masuk rumah membersihkan kaki. Menunggu majikannya nyuruh, baru masuk,'' ceritanya. Anjing yang telah terlatih memiliki karakter tenang dan menyenangkan. Mereka pun bisa benar-benar dinobatkan sebagai best man's buddy. (fam/c7/dos) 

BACA JUGA: 3 Fakta Menarik Tentang Bayi yang Baru Lahir

BACA ARTIKEL LAINNYA... Eh, Konsumsi Cabe saat Sahur dan Berbuka Ada Manfaatnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler