Friderica menyebut saat ini pihaknya memang sedang sibuk. Sibuk yang dimaksud adalah mempersiapkan pengembangan sistem, khususnya sistem penggerak pasar (electronic market making system) serta peraturan tentang transaksi derivatif. ”Infrastrukturnya harus lebih siap agar nanti pelaku pasar langsung terlayani dengan baik,” imbuhnya.
Rencana mengaktifkan kembali perdagangan derivatif tersebut dilakukan demi memberikan variasi produk investasi bagi investor. Dengan banyaknya produk yang berkeliaran di pasar dan dijajakan kepada pelaku usaha, pilihan investor untuk berinvestasi akan lebih bervareasi.
Dengan begitu, investor akan lebih tertarik untuk lebih dalam memasuki belantara market. “Kami sedang siapkan dari aspek peraturan dari sisi kami, setelah dari SRO selesai akan di ajukan ke Bapepam-LK,” tandasnya.
Selain itu, bursa juga mendorong kalangan broker untuk menjadi penggerak pasar (market maker) dalam perdagangan derivatif. "Kami harapkan sistemnya sudah bisa selesai pada Maret 2012, dan khusus untuk market maker, sejatinya kami membuka kesempatan bagi (sekuritas) siapa saja yang memang berminat," ujarnya.
Pada tahap awal, manajemen bursa akan meluncurkan dua produk terlebih dahulu pada semester pertama 2012, yaitu Kontrak Opsi Saham (KOS) dan Structure Warrant, setelah itu baru disusul dengan Interested Fund. (far)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga BBM Naik Pengaruhi Rakyat Kecil
Redaktur : Tim Redaksi