Belajar dari Kasus Habib Rizieq, Doni Monardo Beri Seruan Tegas kepada Gubernur, Kapolda, hingga Pangdam

Kamis, 19 November 2020 – 15:15 WIB
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN) Doni Monardo meminta para kepala daerah, kapolda, dan pangdam yang ada di provinsi memberikan pernyataan tegas melarang acara kerumunan massa yang berpotensi melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Doni tidak ingin kasus pada pekan lalu di Jakarta tidak terulang kembali.

BACA JUGA: dr Cissy Kartasasmita Jawab Seputar Mitos Vaksin Covid-19

Meski Doni tidak menyebut nama, tetapi pekan lalu di Jakarta terdapat acara kerumunan yang menjadi polemik. Acara itu ialah pernikahan anak Habib Rizieq Shihab dirangkaikan dengan Maulid Nabi.

"Untuk itu, siapa pun yang punya niat berkunjung ke daerah, membuat acara, dan berpotensi menimbulkan kerumunan serta melanggar protokol kesehatan, wajib dilarang. Demi menyelamatkan rakyat kita agar terhindar dari penularan virus Covid 19," ungkap Doni di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (19/11).

BACA JUGA: Vaksin COVID-19 Penting untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh

Doni yang berpangkat Letnan Jenderal TNI itu juga baru menghubungi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Doni menyampaikan, belajar dari kejadian di Jakarta beberapa hari lalu, maka gubernur wajib melakukan pencegahan agar tidak terjadi pengumpulan massa dalam bentuk acara apa pun di masa mendatang.

BACA JUGA: Soal Acara Habib Rizieq, Doni Monardo: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

"Semua kegiatan wajib taat dan patuh kepada protokol kesehatan. Protokol kesehatan adalah harga mati," tegasnya.

Doni berharap para Gubernur, Pangdam dan Kapolda bisa segera membuat konferensi pers untuk menyampaikan ke publik bahwa di masa pandemi, semua harus disiplin dan patuh pada protokol kesehatan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Para tokoh ulama, tokoh masyarakat atau siapa pun dapat menunda segala bentuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

"Bagi yang berniat akan menggelar acara, maka saya ingatkan, tugas kita melakukan pencegahan. Para tokoh, ulama harus menjadi teladan, memberi contoh mencegah agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan," kata Doni.

Doni menilai kejadian di Jakarta minggu lalu sebenarnya bisa dicegah sebelum acara berlangsung.

Namun, pencegahan akan semakin sulit apabila sudah terdapat massa yang berkumpul karena berpotensi terjadi gesekan.

"Makanya saya minta kepada semua pemimpin di daerah untuk melakukan pencegahan, mengingatkan agar apa yang terjadi di Jakarta minggu lalu tidak terulang di tempat lain," tegas mantan Komandan Kopassus itu. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler