Belum Apa-Apa Mardani Sudah Teriak Ratna Dibungkam

Selasa, 02 Oktober 2018 – 19:32 WIB
Mardani Ali Sera. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera prihatin dengan kabar dugaan penganiayaan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Ratna Sarumpaet.

Mardani mengaku sudah mengontak Ratna. Namun, dia belum mendapat jawaban detail dari Ratna soal kejadian tersebut. Termasuk di mana posisi Ratna sekarang.

BACA JUGA: Disayangkan, Ratna Sarumpaet Tak Langsung Lapor Polisi

"Saya sudah nanya beliau belum beritahu. Alasan lebih baik beliau tidak kasih tahu," kata Mardani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10).

Mardani mengatakan, jika peristiwa itu benar maka ini adalah sebuah bencana. Menurut dia, Ratna bukan sekarang ini saja dikenal sebagai tokoh pejuang kebebasan berpendapat.

BACA JUGA: Ratna Babak Belur, PKS: Persekusi Merusak Kebinekaan

Namun, lanjut dia, Ratna dikenal sebagai sosok yang selalu memperjuangkan hak sipil sejak jauh-jauh hari. "Kejadian ini adalah sebuah bencana dan tragedi, mesti diusut secara tuntas oleh kepolisian," ujar Mardani.

Dia enggan berspekulasi ihwal motif maupun indikasi di balik dugaan penganiayaan Ratna. Menurut dia, soal latar belakang peristiwa itu hanya Ratna yang tahu.

BACA JUGA: Ratna Sarumpaet Dihajar, Ini Reaksi Prabowo

"Tetapi saya agak bisa ambil kesimpulan ini upaya untuk bungkam seorang Ratna," katanya.

Dia mengatakan seminggu yang lalu masih berkomunikasi dengan Ratna. Bahkan, sebelumnya janjian bertemu tapi gagal. Namun, komunikasi tetap berjalan dan saling menguatkan.

Dia mengatakan, Ratna memang tidak pernah bercerita ada ancaman atau apa pun. Hanya saja, ujar dia, Ratna bercerita bahwa gerakannya dilarang di berbagai tempat. Namun, itu tidak menyurutkan langkah Ratna. "Jalan terus pokoknya. Selama ikuti semua prosedur, jangan takut," ungkap Mardani.

Anggota Komisi II DPR itu sangat mendesak polisi untuk mengungkap kasus ini. Sebab, ujar Mardani, ini merupakan ujian profesionalitas dan integritas polisi.

"Karena Ratna pada posisi berseberangan dengan pemerintah dan Ratna vokal. Sevokal apa pun kejadian ini tidak dibenarkan. Ini adalah tragedi dan ini harus dilawan oleh siapa pun yang cinta negeri ini," ujarnya. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siapa Hajar Ratna Sarumpaet?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler