Benarkah Penumpang KRL Menurun Saat Pemberlakuan PSBB? Ini Kata PT KCI

Senin, 20 April 2020 – 17:41 WIB
Penumpang KRL di Stasiun Manggarai. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Manager External Relations PT KCI Adli Hakim menyebutkan, terdapat penurunan jumlah penumpang kereta api listrik (KRL) memasuki pekan kedua Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Stasiun yang biasanya dipadati penumpang, mulai berangsur-angsur berkurang.

"Secara umum, stasiun-stasiun yang biasanya dipadati pengguna, tren jumlah penumpangnya semakin menurun," kata Adli saat dihubungi awak media, Senin (20/4).

BACA JUGA: Shelly, Perawat ke-16 yang Gugur Karena Menjalankan Tugas

Tercatat penumpang di Stasiun Bogor sebanyak 4.741 orang, per data KCI, Senin ini pukul 08.00 WIB. Angka itu turun sebanyak 1.241 dari data sehari sebelumnya yakni tercatat 5.982 penumpang.

Sementara itu, sebanyak 4.834 penumpang tercatat di Stasiun Bojong Gede, pada Senin pukul 08.00 WIB. Angka itu turun sebanyak 977 orang dari sehari sebelumnya.

BACA JUGA: Jokowi: Evaluasi dan Perbaiki Pelaksanaan PSBB

Penurunan penumpang juga terjadi di Stasiun Citayam dibandingkan data sehari sebelumnya yakni sebanyak 1.161 orang.

Begitu pun di Bekasi, terjadi penurunan sebanyak 1.340 penumpang. Sementara itu, di Stasiun Cilebut melayani 2.015 orang atau ada penurunan sebanyak 873 penumpang.

BACA JUGA: Kementerian yang Dipimpin Luhut Binsar Bakal Pasang CCTV di Pabrik

Jumlah pengguna secara total hingga pukul 08:00 tadi adalah 58.989 pengguna," terang Adli membeber data penumpang total Senin ini.

Sebelumnya, para kepala daerah yang menerapkan PSBB seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (termasuk wali kota dan bupati di Bodebek) meminta KRL Jabodetabek dihentikan sementara.

"Kepala daerah diberikan keleluasaan oleh pemerintah pusat untuk mengatur teknis PSBB. Nah, kami minta agar operasional commuterline berhenti sementara untuk ikut mematuhi kebijakan tersebut," ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, Jumat (17/4).

Menurut Idris, moda transportasi tersebut berpotensi atau rentan akan penularan COVID-19.

"Kami tahu PT KAI telah membatasi penumpang setiap gerbong. Namun, pada kenyataannya hal tersebut sulit, tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena masyarakat yang biasanya membawa kendaraan pribadi ke kantor, dengan adanya PSBB, mereka beralih ke kereta," kata dia. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler