Benda Mencurigakan Tersangkut di Tanaman Lidah Buaya

Senin, 02 Desember 2019 – 20:18 WIB
Lokasi penemuan mayat bayi dipasang garis polisi. Foto: Radar Banten

jpnn.com, PANDEGLANG - Penemuan mayat bayi laki-laki bikin geger warga Kampung Kahuripan, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (1/12). Mayat bayi itu tergeletak di pekarangan rumah milik Rohayah (47).

Mayat itu kali pertama ditemukan Rohayah sekira pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, Rohayah sedang ngobrol dengan Oyati, tetangganya di depan rumah. Sepintas Rohayah melihat benda mencurigakan tersangkut di tanaman lidah buaya.

BACA JUGA: Ini Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Tas Sekolah Siswi

Lantaran penasaran, Rohayah bersama Oyati mengeceknya. Keduanya kaget mendapati benda tersebut adalah tubuh telanjang bayi lelaki. Temuan itu dilaporkan kepada warga sekitar dan ke Mapolsek Pagelaran.

“Kami kaget ternyata orok (bayi-red), kami mengabarkan ke petugas kepolisian,” kata Rohayah, kemarin (1/12).

BACA JUGA: Siapa Ibu yang Tega Membuang Mayat Bayi dalam Kantong Plastik Hitam Ini?

Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto sedang mengumpulkan keterangan saksi. Berdasarkan keterangan Emi Hartini (49), bayi tersebut disinyalir anak dari MRT (16). Perawat di Puskesmas Pagelaran itu menduga siswi SMA itu yang membuang bayi.

Dugaan itu bukan tanpa alasan. Sabtu (30/11) sekira pukul 22.30 WIB, perempuan asal Kampung Bojongkondang, Desa Sukadame, Kecamatan Pagelaran itu diperiksa oleh Emi. MRT mengeluh sakit perut akibat menstruasi. “Pasien mengeluhkan sesak napas, lemas, dan perut terasa sakit dengan alasan menstruasi,” kata Sofwan.

Namun, jelas Sofwan, Emi curiga, keluhan sakit perut MRT bukan akibat menstruasi. Soalnya, kondisi perut MRT terasa keras dan payudara layaknya orang hamil. Bahkan, Emi sempat menyarankan agar orangtua pasien membawa anaknya ke rumah sakit.

“Tetapi pasien enggak mau alasannya MRT tidak membawa BPJS. Emi juga sempat menayakan kepada MRT, untuk memastikan hamil atau tidak, namun MRT enggak menjawab. Pasien dan keluarganya meninggalkan tempat praktik Emi pukul 23.20,” katanya. (her/nda/ags)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler