Berbondong ke Sirkuit, Kota Macet Total

Sabtu, 27 September 2008 – 15:58 WIB
SINGAPURA - Kali pertama dalam sejarahGrand Prix Fromula 1 digelar pada malam hari

BACA JUGA: Pemain Tiongkok Kepung Sony

Jalanan kota yang digunakan sebagai sirkuit, merupakan hiburan baru bagi warga Negeri Singa itu
Termasuk, suara mesin mobil F1 yang melengking itu.

Billboard promosi penyelenggaraan Grand Prix F1 di Singapura bertebaran di sudut-sudut kota

BACA JUGA: Persija Gagal ke Puncak Klasemen

Berbagai media promosi itu beraneka ragam, ada yang berbentuk pamflet, iklan yang ditempel di kendaraan umum, sampai billboard yang menyambut di bandara dan di pusat kota.

Balapan tersebut memang baru digeber Minggu malam besok
Tapi, hampir seluruh grandstand sudah dijejali penonton saat sesi latihan pertama kemarin

BACA JUGA: Gresik United Bayar Gaji Pemain

Umumnya warga Singapura sendiriMaklum, inilah kali pertama negeri berpenduduk 4,58 juta jiwa itu menggelar Grand Prix F 1Malam hari lagi.

Sejak siang, ribuan orang sudah menyerbu area sirkuit yang terletak di kawasan pesisir timur Singapura atau yang dikenal dengan Marina Bay ituTidak hanya nonton latihan, tapi mereka juga ingin melihat sirkuit yang sehari-harinya jalan raya tersebut.

Apalagi, sejak 20 September lalu, akses ke jalan raya di kawasan itu tertutup untuk umumSelepas jam kantor, mereka langsung berbondong-bondong menuju sirkuitKarena itu, jalanan pun macet luar biasaImbasnya menyebar ke seluruh penjuru kotaUntuk menuju ke kawasan Marina Bay setidaknya dibutuhkan waktu lebih dari 1,5 jam dari pusat kotaPadahal, normalnya hanya butuh sekitar 15 menit.

Sebetulnya, Pemerintah Singapura sudah mengantisipasi kemungkinan itu dengan membagi-bagikan selebaran berisi petunjuk jalan-jalan alternatifOtoritas jalan raya juga tak henti-henti mengimbau warganya agar untuk sementara memakai transportasi publik dan meninggalkan mobil pribadi di rumahNamun, tetap saja kemacetan tak terhindarkan

Tingginya animo warga Singapura itu juga tampak dari penjualan tiket yang larisDari total 100 ribu tiket yang dijual, sekitar 60 persen di antaranya dibeli warga Singapura sendiri"Banyak warga Singapura yang tiba-tiba mania Formula 1Padahal, sebelumnya mereka tidak terlalu suka," kata Director Communictions Division Singapore Tourism Board MohdRostam bin Umar.

Bagi yang tak kebagian tiket, bisa menikmati atmosfer Formula 1 dengan hang out di kafe-kafe atau restoran yang bertebaran di sekitar Marina BayMeski hanya melihat sesi latihan dari tayangan televisi, mereka tetap bisa menikmati atmosfer khas Formula 1 dengan mendengarkan raungan mesinnya.

Termasuk, lengkingan suara mesin F1 berkekuatan 130 desibel -terpaut 20 desibel dengan bunyi mesin jet pesawat terbang-- yang cukup menyiksa telinga itu"Baru kali pertama ini saya mendengarkan suara mobil F1 dan menyaksikan betapa cepatnya para pembalap itu melaju di lintasan, " kata Li Xueying, 19, mahasiswi Nanyang Technological University.

Untunglah cuaca Singapura tadi malam cukup bersahabatPadahal, sebelumnya dikhawatirkan bakal turun hujanApalagi, pagi kemarin hampir seluruh Singapura diguyur hujanSampai siang langit masih diselimuti mendung tebalNamun, menjelang sore, cuaca terang sampai berlangsungnya sesi latihan(ROKY MAGHBAL, Singapura)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Benitez Bidik Bek Muda Sao Paulo


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler