Bercerita soal Dampak Dituduh sebagai Cucu PKI, Arteria PDIP: Finis

Rabu, 30 September 2020 – 17:07 WIB
Arteria Dahlan. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan menceritakan pengalaman yang tak mengenakkan gara-gara dituduh sebagai cucu pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI) oleh pembicara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One beberapa waktu lalu.

Legislator PDIP di DPR RI itu mengatakan, tuduhan tersebut berimbas sangat luar biasa.

BACA JUGA: Ada Survei soal Kebangkitan PKI, Lihat Datanya

"Alhamduillah kemarin sepulang acara, saya dibilang cucu PKI, tiba-tiba isunya bergulir. Saya sampai dijauhi orang," ujar Arteria saat menjadi pembicara pada ILC bertema Ideologi PKI Masih Hidup? di TV One pada Selasa (29/9) malam.

Politikus berdarah Minangkabau itu menambahkan, begitu seseorang dicap sebagai PKI ataupun keturunannya maka prestasi dan jasa baiknya tak dianggap lagi.

BACA JUGA: Arteria Dahlan Beberkan Silsilah Puan Maharani dan Keberpihakan Kepada Orang Minang

"Jadi, enggak ada itu prestasi, begitu dibilang PKI, finis. Saya sampai empat hari untuk menjelaskan," ucapnya.

Untungnya, Arteria, sejumlah tokoh Sumatera Barat yang dia anggap sebagai ninik mamak membantunya memberikan klarifikasi.

BACA JUGA: Analisis Prof Salim Said tentang Jokowi Dikaitkan dengan PKI

"Saya katakan, saya bukan cucu PKI. Kakek saya pengusaha tekstil," sambung Arteria di acara yang dipandu Karni Ilyas itu.

Legislator berlatar belakang pengacara itu menegaskan, isu PKI  masih menjadi alat yang paling murah untuk mendiskreditkan seseorang atau kelompok tertentu.

Menurutnya, PDIP yang menjadi tempat berkiprah banyak politikus muslim pun disudutkan dengan isu PKI.

"Saya fokus saja ke topik, saya prihatin isu PKI kembali disebut. PDIP paling konsisten menjaga dan melindungi wong cilik yang termarjinalkan. Di PDIP orang Islam menjaga gereja itu biasa. Stigmanya partai komunis, partai kafir, tetapi kami istikamah," katanya.

Lebih lanjut Arteria mengatakan, ideologi bersifat abstrak karena merupakan pemikiran dan gagasan. Oleh karena itu, katanya, sulit menjawab apakah komunisme masih ada hingga saat ini.

"Kalau ide, gagasan, pikiran, keyakinaan apakah bisa dihukum? Ini negara hukum. Baru bisa dihukum ketika berwujud gerakan ada manifestasi, ada azas legalitas. Saya katakan, pemikirannnya sudah kedaluwarsa. Sekarang substansinya sudah lekang oleh waktu dan terbukti gagal. Partai Komunis China juga hanya tinggal kemasannya, aksinya tidak seperti kemarin," katanya.

Arteria meyakini pihak yang mengembuskan isu kebangkitan PKI bangkit bukan orang-orang yang buta akan sejarah, namun memang sengaja menyebarkan kebencian di tengah masyarakat.

"Zalim yang memainkan isu itu, mereka sudah tahu. Mereka memang menyebarkan kebencian. Kalau ada melihat gerakan komunis, laporkan. Jangan berandai-andai, ini tuduhan sangat serius," pungkas Arteria.(gir/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
PKI   Arteria Dahlan   Ilc Tv One   Tv One   PDIP   Komunis  

Terpopuler