Berhasil Bangkit di Tengah Kondisi Sulit, Pertamina Bisa Manfaatkan Momen RUPS

Senin, 05 Juni 2023 – 03:20 WIB
Gedung PT Pertamina. Foto: dok Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi dan bisnis Izaac Tony Matitaputy menilai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan digelar Pertamina dalam waktu dekat, menjadi momen yang ditunggu-tunggu.

Menurut Izaac Tony Matitaputy, saat itulah direksi akan menjelaskan, bagaimana BUMN tersebut bisa bangkit dari situasi sulit dan kondisi ketidakpastian, sampai akhirnya meraih laba tertinggi dalam sejarah dan berkontribusi besar kepada negara.

BACA JUGA: Pelepasan Ribuan Lampion Tutup Rangkaian Perayaan Hari Waisak 2023 di Candi Borobudur

“Makanya menurut saya, bukan bahasan laba besar yang menarik. Yang menarik dan ditunggu adalah, bagaimana Pertamina mencapai semua itu. Bangkit di tengah kondisi sulit dan penuh ketidakpastian. Direksi harus menjelaskan hal tersebut pada RUPS. Termasuk, bagaimana akhirnya mereka berkontribusi sangat luar biasa kepada negara,” kata Izaac.

Menurut Izaac, sepanjang 2022, meski ekonomi mulai pulih namun sebenarnya masih diliputi ketidakpastian.

BACA JUGA: Pengamat: Pemaparan Direksi Pertamina Dalam RUPS Akan Sangat Menarik

Di antaranya, terkait kondisi geopolitik akibat perang Rusia-Ukrainan serta harga minyak dunia yang melambung tinggi.

Dengan begitu, faktor-faktor pendorong BUMN tersebut bisa mengatasi situasi sulit yang harus dijelaskan sampai akhirnya bisa meraih kinerja sangat positif.

BACA JUGA: Gelar RUPST: Telkom Bagikan Dividen Rp 16,6 Triliun dan Ada Perubahan Komisaris & Direksi

Di antara berbagai faktor, Izaac tidak menepis bahwa digitalisasi Pertamina berpengaruh sangat signifikan. Melalui digitalisasi, Pertamina bisa meningkatkan efisiensi di berbagai lini bisnis.

“Betul, ini salah satu kunci. Dengan digitalisasi, kualitas semakin terkontrol, distribusi terkontrol. Yang berkualitas buruk dan tidak efektif pun akan terpantau sehingga bisa segera dibuang. Dengan demikian efisiensi semakin meningkat dan mengatrol pula laba perusahaan,” jelas Izaac.

Beberapa faktor lain, bisa jadi juga berpengaruh terhadap kinerja Pertamina.

“Termasuk kemungkinan perubahan regulasi dengan para mitra di luar negeri sehingga berpengaruh pula terhadap pendapatan di setiap transaksi,” kata dia.

Kinerja Pertamina memang sangat positif sepanjang 2022. Pertamina meraih laba jumbo, Rp 56 triliun, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Berkat kinerja menggembirakan tersebut, selain berkontribusi signifikan dalam bentuk dividen kepada negara, Pertamina juga membayar pajak Rp 219,06 triliun atau meningkat 88% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Apresiasi memang harus diberikan kepada Pak Menteri Erick Thohir dan juga Pertamina. Karena semakin besar keuntungan, semakin besar juga kontribusi kepada negara,” seru Izaac.(chi/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler