Berkendara di Genangan Air, Hindari Lakukan Ini!

Senin, 03 Desember 2018 – 16:56 WIB
Ilustrasi berkendara saat melibas genangan air di Jalan Margonda Raya. Foto: ridha/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Intensitas hujan di banyak kawasan Indoensia mulai tinggi. Di Ibu Kota Jakarta sendiri, hujan lebat sangat berpotensi membuat genangan air. Bagi pengguna kendaraan, bagaimana menyikapi siklus rutin ini?

Genangan air di jalan tidak saja bisa merugikan pengendara tapi juga lingkungan sekitar. Jangan meremehkan genangan air yang dilewati mobil.

Mengenai hal tersebut, pihak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia mencoba berbagi mengenai jurus jitu saat menerabas genangan air.

BACA JUGA: Jangan Emosi Lihat Kendaraan Melambat, Mungkin Ini Alasannya

Dimulai dari karakter dan kondisi mobil, serta seberapa dalam kira-kira genangan air yang ada di depan.

Biasanya yang takut menghadapi genangan air dan banjir adalah mobil-mobil seperti sedan atau city car karena tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Beda dengan SUV yang memang desain mobilnya memiliki ground clearance tinggi.

BACA JUGA: Untuk Bumil yang Sering Mual-Mual, Simak Ini!

Kendati demikian, sebaiknya jika ada genangan air yang cukup tinggi lebih baik mencari jalan lain. Namun jika tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air

Kalau sampai filter udara terendam itu bisa menyebabkan terjadi water hammer. Water hammer itu kondisi air masuk ke ruang pembakaran dan tentunya bisa merusak mesin.

BACA JUGA: Awas! 5 Benda Ini Pantang Masuk Mesin Pengering

Selain itu, pastikan melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual dan pada transmisi otomatis saat menerabas banjir. Hindari juga posisi setengah kopling ataupun mengocok gas dalam genangan karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Kemudian jika berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana.

Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda baik di bengkel resmi. (mg8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kehabisan Deterjen? Tenang, Mencuci Pakai Ini Saja


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler