Besok BEM SI Kembali Demo Tolak UU Cipta Kerja, Berapa Target Massa?

Senin, 19 Oktober 2020 – 14:09 WIB
Massa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (16/10), guna menolak Omnibus Law Cipta Kerja. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar aksi untuk mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mencabut Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Selasa (20/10). 

BEM SI menargetkan 5 ribu mahasiswa turun dalam aksi yang diselenggarakan tepat setahun Jokowi menjabat Presiden RI untuk periode kedua.

BACA JUGA: Polisi Berharap tidak Ada Penumpang Gelap di Aksi Demo BEM SI dan SRMI

"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," tulis keterangan resmi BEM SI yang humasnya kepada jpnn.com, Selasa (19/10).

Lebih lanjut, BEM SI beralasan UU Ciptaker tidak berpihak ke rakyat, sehingga mendesak Jokowi mencabut aturan tersebut. BEM SI pun membawa narasi #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dalam aksi kali.

BACA JUGA: Staf Khusus Milenial Presiden Janji Sampaikan 4 Tuntutan BEM SI ke Jokowi

"Kami tetap menyampaikan #MosiTidakPercaya kepada pemerintah dan wakil rakyat yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat," tutur keterangan resmi mereka yang ditandangani Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian.

Dalam keterangan resminya, BEM SI menyayangkan keputusan pemerintah yang  menantang masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK). Di sisi lain, pemerintah bisa mencabut undang-undang tersebut tanpa berbicara narasi ke MK. 

BACA JUGA: Massa BEM SI dan SRMI Ogah Digabung, Waspada Penumpang Gelap

"Melakukan judicial review terhadap UU Cipta Kerja bukan merupakan cara yang efektif. Belum lagi berbagai tindakan represif dari aparat kepolisian pada massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja serta berbagai upaya penyadapan terhadap para aktivis dan akademisi yang menolak UU Cipta Kerja," pungkas dia. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler