Bidik WNA, Intiland Bangun Apartemen Lantai Rendah

Sabtu, 17 Desember 2016 – 03:30 WIB
Ilustrasi. Foto:AFP

jpnn.com - SURABAYA - PT Intiland Development membangun tujuh tower apartemen low-rise alias lantai rendah di Surabaya Barat.

Pada tahap pertama, Intiland memasarkan dan membangun lima tower.

BACA JUGA: Kawal Gerakan Kewirausahaan Lewat Suprapreneur Academy

Dua tower berikutnya dipasarkan pada tahun depan menyusul perkembangan pasar sekaligus pengembangan target market baru.

”Dua tower tersebut akan disiapkan sebagai peluru ketika aturan kepemilikan properti untuk WNA sudah jelas,” kata Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer Intiland Sinarto Dharmawan di sela ground breaking The Rosebay, Kamis (15/12).

BACA JUGA: Rumah Siap Huni untuk Kelas Premium, Harganya Rp 2,9 Miliar

Jumlah WNA yang tinggal serta bekerja di Surabaya dan sekitarnya cukup banyak. Mayoritas berasal dari Taiwan dan Korea Selatan. Selama ini para WNA itu memilih menyewa.

The Rosebay dibangun di atas lahan seluas satu hektare di kawasan perumahan Graha Famili.

BACA JUGA: Accor Garap Semua Hotel Banyan Tree di Seluruh Dunia

Tahap pertama pembangunan memakan waktu sekitar dua tahun.

Struktur dan eksterior bangunan diperkirakan selesai akhir 2018 dan dilanjutkan dengan serah terima kepada konsumen.

Nilai investasi pembangunan apartemen sebanyak 229 unit tersebut mencapai Rp 500 miliar.

Direktur Marketing PT Intiland Grande Harto Laksono menambahkan, karena masih penjajakan potensi dan tren ke depan, dua tower yang akan dikembangkan belum ditentukan tipe hunian, fasilitas, dan harganya.

”Kami harus memastikan permintaan pasar, apakah dua bedroom atau tiga bedroom. Terkait potensi WNA, kami akan kaji lagi soal harga berikut fasilitas tambahan yang memang diperlukan,” kata Harto.

Berdasar peraturan pemerintah, WNA diizinkan memiliki properti berjenis apartemen yang berstatus hak pakai.

Izin pakainya 20 tahun dan bisa diperpanjang maksimal 80 tahun. Properti juga bisa diwariskan.

Harganya minimal Rp 5 miliar. Pembeli apartemen diwajibkan memiliki kartu izin tinggal terbatas (kitas) dan menikah dengan WNI.

Apartemen low-rise dipilih karena pertimbangan koefisien dasar bangunan, luas bangunan, serta permintaan pasar.

Tiga di antara tujuh tower terdiri atas delapan lantai. Satu tower setinggi lima lantai dan sisanya tiga tower setinggi empat lantai.

”Low-rise menjadi selling point karena kepadatan lebih rendah sehingga disukai pembeli,” terang Harto.

Hingga saat ini, sekitar 50 persen unit di lima tower sudah terjual.

Intiland menargetkan pada tahun depan semua unit sudah terjual, termasuk dua tower yang baru akan dipasarkan maksimal kuartal keempat 2017. (res/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saatnya Investasi Properti di Batam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler