jpnn.com, JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai aksi blusukan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Bu Risma menemui tunawisma di sejumlah titik di Jakarta, bukan untuk menyindir kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ari meyakini gebrakan Bu Risma itu semata-mata demi menjalankan tugas sebagai menteri yang memang berhubungan dengan nasib orang miskin, orang terlantar dan gelandangan.
BACA JUGA: Ruhut Komentari Bu Risma, Bilang Ada yang Jadi Gubernur karena SARA
"Jadi, saya memandangnya tidak demikian (langkah Risma sindiran bagi Anies)," ujar Ari kepada jpnn.com, Jumat (8/1).
Alasan lain, kata dosen di Universitas Indonesia ini, persoalan sosial dan kemiskinan tidak hanya ada di Jakarta.
Permasalahan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial) juga terjadi di kota-kota lain seperti di Kota Surabaya dan Kota Medan.
"Karena itu, apa yang dilakukan Tri Rismaharini hanyalah memetakan persoalan," jelas Ari.
BACA JUGA: Gisel Sudah Tiba di Polda Metro Jaya, Lihat Penampilannya
Pembimbing program doktoral di pascasarjana Universitas Padjadjaran ini juga meyakini, gebrakan mantan wali kota Surabaya itu dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat bawah.
Terlebih, kata Ari, figur Risma selama ini memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang senang turun ke bawah.
Dia kemudian menganalogikan DNA Tri Rismaharini sejak menjadi wali kota Surabaya adalah turba atau turun ke bawah.
"Jadi, upaya-upaya yang dilakukan Risma saya kira sangat penting, mengingat dia adalah personel kabinet terbaru yang mewarisi kepemimpinan di kementerian yang korup," pungkas Ari.(gir/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : Ken Girsang