Bocah 7,5 Tahun Tewas Terpanggang

Sabtu, 12 Mei 2012 – 21:41 WIB

MUSTIKAJAYA - Nahas bagi Rosliana Manalu. Bocah perempuan berusia 7,5 tahun ini tewas terpanggang dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di tempat tinggalnya sekaligus tempat usaha keluarga, sebuah bengkel tambal ban di kawasan Pasar Mutiara, Kampung Ciketing RT 12/03, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya.

Selain Rosli, adik kandungnya Lusti Kristina Manalu (6) juga menjadi korban. Kristin mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Sedangkan ayahnya Bungaran Manalu (40) mengalami luka bakar di punggung dan tangan setelah terbakar ketika  berusaha menolong kedua anaknya yang terjebak di tempat tidurnya.

Sedangkan istrinya, Sinarmoto Mungkur (28) serta anaknya bungsunya Ranto Andanial Manalu (3) berhasil selamat dari amukan si jago merah, karena saat kejadian langsung dibawa keluar oleh Bungaran.

Dalam peristiwa kebakaran yang menimpa keluarga Manalu itu, diduga api berasal dari korsleting listrik yang berada di antara dua kios, yakni rumah makan dan bengkel tambal ban milik korban.

Menurut keterangan, Bungaran saat kejadian satu keluarga sedang tertidur lelap di tempat tidurnya masing-masing yang tersusun bertingkat. "Dua anak saya (Rosli dan Kristina) berada di tempat tidur atas, sedangkan saya dan isteri serta Ranto berada di tempat tidur bawah," katanya di rumah sakit Permata Hijau kepada Radar Bekasi, kemarin.

Menurut dia, saat kejadian dirinya hanya dapat membawa satu anaknya Cristine, setelah berjibaku melawan kobaran api. Sehingga dirinya mengalami luka bakar di punggung dan tangan. "Saya hanya dapat menyelamatkan Cristine, sementara saat saya masuk, api sudah semakin besar sehingga, tidak mampu menyelamatkan Rosli," terangnya.

Zaenal (37), salah seorang saksi mata mengaku mendengar suara teriakan penghuni kios yang meminta tolong. "Waktu saya datang, api sudah membesar. Salah satu anak penghuni kios itu terjebak di atas, ada dua anak yang bisa diselamatkan orangtuanya," tuturnya.

Warga setempat sempat berupaya membantu memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran datang di lokasi kebakaran.

Saat api padam, petugas pemadam kebakaran dan aparat Polsekta Bantargebang menemukan jasad Rosliana sudah gosong terpanggang api. Oleh polisi, jasad bocah perempuan itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.

Akibat kebakaran itu, kios tambal ban mobil dan sepeda motor yang dikontrak oleh Bungaran ludes, sedangkan satu kios warung nasi yang berada di belakang kios tambal ban itu juga mengalami rusak sebagian. Kerugian material akibat kejadian itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Gunawan menyatakan belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran itu. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan mengumpulkan bukti pendukung untuk mencari tahu penyebab kebakaran itu. Tapi dugaan awal yang masuk akal, penyebabnya dari hubungan pendek (konsleting, red) arus listrik," terang Kapolsek di lokasi kejadian. Kasus tersebut, kini dalam penanganan Polsek Bantargebang dan Polresta Bekasi Kota. (adi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gunung Salak, Tempat Suci Petilasan Para Raja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler