Bocah Tenggelam, Pengelola Kolam Renang Santai Aja

Senin, 30 Januari 2017 – 13:44 WIB
Tenggelam. Ilustrasi. Foto: Pixabay

jpnn.com - jpnn.com - Seorang anak berusia 6 tahun ditemukan tewas di kolam renang Mirah Fantasia, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, kemarin (29/1).

Korban tewas tenggelam karena nekat menceburkan diri ke kolam dewasa yang memiliki kedalaman melebihi tinggi badannya.
Dari data yang diperoleh, korban bernama Kirana, 6, warga Lingkungan Biskalan, Jalan Susuit Tubun, Kelurahan Kepatihan.

BACA JUGA: Dua Siswa Hanyut usai Pelajaran Olahraga di Tepi Sungai

Peristiwa nahas itu berawal saat korban bersama kakek neneknya, Pak No dan Sawana, berkunjung ke kolam renang Mirah Fantasia sekitar pukul 15.00.

Awalnya, korban berenang di kolam anak-anak bersama pengunjung lainnya, sedangkan kakek neneknya menunggu di pinggir kolam sembari mengawasi cucu perempuan mereka.

BACA JUGA: Innalillahi! Selamat Jalan, Raisa.....

Saat lengah, Kirana sempat meloncat ke kolam dewasa yang letaknya memang dekat dengan kolam anak-anak tersebut.

Untung, saat korban meloncat ke kolam dewasa, kekeknya mengetahui hal itu.

BACA JUGA: Bocah Hilang, Pas Ditemukan Kondisinya Memprihatinkan

Karena dianggap berbahaya, Pak No langsung mengangkat tubuh cucunya yang tercatat sebagai siswi TK Pertiwi tersebut untuk menepi dan memintanya berenang di kolam anak-anak saja.

Setelah memindahkan cucunya ke kolam anak-anak, Pak No dan istrinya lantas kembali ke pinggir kolam renang untuk beristirahat dan makan.

Sayang, baru lima menit menikmati makanan yang dibawa dari rumah, Pak No dan Sawana mengetahui tubuh cucunya sudah berada di kolam dewasa lagi.

''Baru ditinggal 5 menit makan, Kirana diketahui sudah tewas tenggelam. Korban dibopong salah seorang pengunjung,'' kata Iwan, 55, salah seorang kerabat korban, saat berada di rumah duka.

Iwan yang mendapatkan cerita dari kakek Kirana mengungkapkan, saat kejadian berlangsung, pihak Mirah Fantasia tidak ada yang mau membantu.

Bahkan, saat kakek dan nenek korban berniat memastikan tewasnya Kirana ke rumah sakit, mereka harus membawa jasad cucunya ke Rumah Sakit Islam (RSI) sendiri dengan mengendarai sepeda motor.

''Pihak Mirah Fantasia seperti tidak kaget sama sekali. Di sana juga sepertinya tidak ada pemandu. Kalau ada pemandu, ada kejadian seperti itu bisa segera diberi pertolongan pertama,'' ungkap Iwan.

Suraji, 53, kerabat korban lainnya, juga sangat menyayangkan lambatnya respons pihak kolam renang yang tidak tanggap atas kejadian yang menimpa cucu kakaknya tersebut.

Dia berharap pihak Mirah Fantasia setidaknya datang ke rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawa.

''Keluarga kami beli tiket untuk renang di sana. Seharusnya ada pertanggungjawaban kalau ada musibah begitu. Sampai sore ini, belum ada yang ke sini. Tadi ada dua petugas kepolisian saja,'' jelas Suraji.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan menyelidiki musibah yang menimpa bocah 6 tahun yang tenggelam tersebut.

''Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi sudah meninggal,'' ujar Ali. (tfs/aif/c22/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Niat Berenang, Rizki Ditemukan Jadi Mayat


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler