Bom Bunuh Diri Tewaskan 63 Orang di Pesta Pernikahan Syiah

Senin, 19 Agustus 2019 – 05:58 WIB
Korban serangan bom di Jalalabad, Afghanistan, Mei 2011. Foto: RFE/RL

jpnn.com, KABUL - Serangan bom bunuh diri di Afghanistan kian brutal. Seakan tidak ada lagi tempat aman di negara tersebut. Bahkan pesta pernikahan bisa jadi sasaran serangan teroris biadab.

Itulah yang terjadi di Kabul, Sabtu (17/8). Bom bunuh diri menewaskan 63 orang dan melukai 182 lainnya di sebuah pernikahan anggota komunitas syiah setempat.

BACA JUGA: Menhan Taliban Tewas Dibunuh Drone NATO

"Perempuan dan anak-akan termasuk di antara korban jiwa," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi, Minggu (18/8).

BACA JUGA: Taliban Serang Pasar Buah Langganan Warga Syiah, Banjir Darah

BACA JUGA: Tolak Pemilu, Taliban Ledakkan Bom di Depan Markas Polisi

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan biadab tersebut. Taliban pun telah mengeluarkan pernytaan membantah keterlibatan.

Gambar yang diunggah di media sosial memperlihatkan mayat bergeletakkan di tengah kursi dan meja yang jungkir-balik di ruang pesta perkawinan. Pelaku meledakkan dirinya di daerah resepsi pria.

BACA JUGA: Kejam, Taliban Ledakkan Bus Berisi Puluhan Anak dan Perempuan

"Setiap orang berlarian," kata seorang pelayan di ruang tersebut, Sayed Agha Shah.

"Beberapa pelawan kami tewas dan cedera," katanya.

Penyewaan ruang pesta telah menjadi usaha besar di Kabul, saat ekonomi Afghanistan secara perlahan meningkat dan banyak keluarga mengeluarkan uang lebih buat perayaan. Sedikitnya 40 orang tewas dalam satu ledakan di ruang pesta perkawinan di Kabul pada November lalu.

Beberapah hari sebelumnya, pengeboman terjadi di Pakistan yang menewaskan saudara pemimpin Taliban, Habitaullah Akhundzada. Tak satu pihak pun mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, yang menewaskan empat orang dan melukai sebanyak 20 orang. (ant/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Salah Sasaran, Tentara Afghanistan Bombardir Rumah Warga Sipil


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler