Bom di Kampus Bikin Crimea Kembali Panas

Kamis, 18 Oktober 2018 – 22:35 WIB
Bom di Kampus Politeknik Cerch, Crimea, menewaskan 18 orang. Foto: Reuters

jpnn.com, MOSKOW - Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10). Sedikitnya 18 orang tewas.

Sempat disebut serangan teroris, belakangan insiden itu dinyatakan murni kriminal. Pelaku ledakan adalah seorang siswa tingkat akhir di politeknik tersebut. Setelah itu, dia bunuh diri.

BACA JUGA: Diiringi Musik, Tubaigy Memutilasi Jamal Khashoggi

Awalnya, Associated Press melaporkan bahwa ledakan di kampus itu dipicu gas. Namun, setelah polisi datang dan melakukan penyelidikan, diketahui ledakan berasal dari bom rakitan.

Di dalamnya ada banyak paku untuk memperkuat daya ledak. Itu bukan kecelakaan, tapi serangan. Dan, bisa jadi aksi teror.

BACA JUGA: Pejabat Turki Ungkap Detail Pembunuhan Khashoggi, Brutal!

Moskow pun langsung mengerahkan militer ke lokasi kejadian. Sejumlah kendaraan lapis baja dan personel bersenjata mengepung kampus itu.

Namun, penyelidikan awal oleh tim khusus Rusia menyebut tak ada tanda-tanda terorisme. Personel militer pun lantas ditarik mundur.

BACA JUGA: Tiongkok Bantah Deradikalisasi Cuma Sasar Muslim

"Pelaku melemparkan bom lantas menembak dirinya sendiri," kata Sergei Aksyonov, pejabat Crimea, mengutip keterangan Komisi Investigasi Rusia.

Dia mengidentifikasi pelaku sebagai Vladislav Roslyakov. Aksi itu mengakibatkan 18 orang tewas dan 40 lainnya terluka.

Setelah Moskow mencabut dugaan terorisme, pemerintah Crimea pun mencabut status darurat dalam radius 19 kilometer dari lokasi kejadian. (bil/c19/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alhamdulillah, Mayoritas Negara Tolak Penyebaran Paham LGBT


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler