Bos Facebook Kecam TikTok Soal Ini

Minggu, 20 Oktober 2019 – 16:35 WIB
Mark Zuckerberg. Foto: AFP

jpnn.com - CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengkritik tajam TikTok. Menurutnya, TikTok telah menyensor video bertema protes politik.

"Di saat layanan kami seperti WhatsApp digunakan oleh pedemo dan aktivis di mana-mana karena enkripsi yang kuat. Sementara TikTok, aplikasi China yang tumbuh dengan cepat di seluruh dunia, justru melakukan pembatasan pada aksi-aksi protes, bahkan di Amerika Serikat," ugkap Zuckerberg.

BACA JUGA: Facebook Summit Indonesia 2019 Dorong Terciptanya Bisnis Positif di Era Digital

TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance berbasis di Beijing, saat ini sedang meledak di kalangan pengguna usia muda Amerika Serikat, dan Facebook sepertinya gerah atas fakta ini. Apalagi TikTok telah membuka kantor di dekat markas besar Facebook.

Di sisi lain, TikTok memang dikritik karena diduga menyaring konten, khususnya atas permintaan Beijing. Video soal aksi demo di Hong Kong misalnya, kabarnya telah dihapus. Tetapi TikTok membantah laporan tersebut.

BACA JUGA: Facebook Mulai Uji Coba Hapus Jumlah Like dan Video View, Kamu Setuju?

"Pemerintah Tiongkok tidak meminta TikTok menyensor konten, dan tidak akan punya yurisdiksi karena TikTok tidak beroperasi di sana. Untuk lebih jelas, kami tidak menghapus video berdasarkan keberadaan konten protes Hong Kong," kata pihak TikTok seperti dilansir CNBC, Minggu (20/10).

TikTok memang tidak beroperasi di China, tetapi punya aplikasi yang identik bernama Douyin. Menurut pengamat, Douyin mendapatkan sensor ketet di negeri Tirai Bambu itu.

BACA JUGA: Gandeng Smartisan, TikTok Cari Peruntungan Bisnis Baru

"Aplikasi ini memang mendapat arahan untuk menyensor konten dan membungkam diskusi terbuka dalam topik yang dianggap sensitif oleh pemerintah China dan partai Komunis," ujar Zuckerberg. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler