BRI Target Fee Based Income Tumbuh Double Digit

Sabtu, 13 Januari 2018 – 01:39 WIB
Ilustrasi Bank Rakyat Indonesia. Foto: Nurul Pratidina/Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menggandeng PT Angkasa Pura (AP) II untuk penerapan layanan nontunai.

Dengan kerja sama itu, BRI melayani transaksi nontunai untuk semua tenant AP II.

BACA JUGA: AP II Layani 70 Juta Penumpang di Area Jabodetabek

Layanan yang diberikan berupa e-payment system yang meliputi transaksi penerimaan dan monitoring data transaksi di semua bandara.  

Ada 13 bandara milik AP II yang akan mengikuti penerapan e-payment tersebut.

BACA JUGA: Tembus 63 Juta Penumpang, ini yang Dilakukan AP II

Jika penerapannya lancar, akan ada sembilan bandara lagi yang menggunakan e-payment system dari BRI.

Tak hanya untuk tenant di bandara, BRI juga melayani berbagai jasa pembayaran secara nontunai dari pengunjung bandara.  

BACA JUGA: Skytrain Bandara Soetta Alami Gangguan, AP II Minta Maaf

Direktur Kredit Menengah, Korporasi, dan BUMN BRI Kuswiyoto mengatakan, ada banyak potensi bisnis yang bisa digali lewat kerja sama dengan AP II.

”Sebab, belum sampai separuh dari masyarakat kita yang menggunakan e-payment. Kami tidak hanya menggandeng tenant dan pengunjung bandara. Namun, karyawan AP II serta keluarganya juga bisa ditawari banyak produk BRI,” ujarnya, Kamis (11/1).

Dia menambahkan, BRI menargetkan fee based income dari penyediaan layanan nontunai di bandara.

Hingga akhir September 2017, tercatat fee based income BRI sebesar Rp 7,4 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara year-on-year (yoy).

Kontributor terbesar fee based tersebut berasal dari fee transaksi e-banking, yakni mencapai 28 persen dari total fee based income.

Tahun ini, BRI menargetkan fee based income tumbuh double-digit.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis AP II Daan Achmad menyatakan, adanya e-payment system dari BRI membuat setiap transaksi di bandara dapat tercatat dengan detail dan lebih mudah diawasi.

Selain itu, perseroan dapat melakukan efisiensi untuk rekonsiliasi data transaksi.

”Kegiatan transaksi keuangan di bandara harus meningkat. Jadi, perlu di-support agar menjadi lebih mudah, paperless, traceable, dan yang terpenting reliable,” jelasnya. (rin/c25/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KA Bandara Beroperasi, AP II Lanjutkan Pembangunan Skytrain


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler