Brigadir J Ditembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo, Komisi III Tunggu Aksi Pengawasan Internal

Selasa, 12 Juli 2022 – 23:41 WIB
Situasi terkini rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terpantau sepi setelah insiden Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E. Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto meminta semua pihak untuk menunggu pengawasan internal yang dilakukan kepolisian terkait tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat yang ditembak Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dia menyebutkan di setiap institusi pasti memiliki sistem pengawasan internal.

BACA JUGA: Kapolri Ungkap 2 Kasus di Rumah Irjen Ferdy Sambo yang Menewaskan Brigadir J

"Di dalam institusi seperti Polri, seperti TNI, seperti Kejaksaan itu ada pengawasan internal. Jadi menurut saya, ini kita tunggu pengawasan internal bekerja," kata Bambang Wuryanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/7)

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu berharap persoalan yang terjadi di internal Polri bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Ia tidak ingin citra Polri tercoreng karena tindakan segelintir oknum.

BACA JUGA: Profil Bharada E si Penembak Brigadir J, Sniper Nomor 1 & Ahli Teknik Super

"Kami tidak ingin Polri ini menjadi sebuah lembaga yang karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jadi, kami berharap ini diselesaikan dengan bagus dan nanti akan ada rilis lebih bagus lagi dari kepolisian, karena ini menyangkut hal yang penting," ujarnya.

Ketua DPP PDIP itu juga menyebutkan publik harus menerima penjelasan pihak kepolisian soal tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang ditembak Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

BACA JUGA: Polisi Periksa 2 Saksi Penting di Kasus Penembakan Bharada E Terhadap Brigadir J

"Suka, tidak suka, kita terima sebagai sebuah keterangan, penjealasan kepada publik. Kita terima," pungkasnya.

Sebelumnya, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkap detik-detik penembakan yang dilakukan Bharada E terhadap Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat di kediaman Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7).

Dia menyebut penembakan berawal dari tindakan tercela Brigadir J yang memasuki kamar pribadi Irjen Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri.

"Ketika itu, istri Irjen Ferdy Sambo sedang istirahat (di kamar)," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (11/7).

Brigadir J kemudian melakukan pelecehan terhadap istri seorang jenderal polisi bintang dua tersebut. 

"Lalu, Brigadir J menodongkan pistol ke kepala istri kadiv propam," kata Ramadhan.

Atas insiden itu, istri Irjen Ferdy Sambo langsung berteriak untuk minta tolong.

"Sontak ketika itu istri kadiv propam berteriak dan meminta tolong. Akibat teriakan tersebut, Brigadir J panik dan keluar dari kamar," kata Ramadhan.

Kemudian, Bharada E yang ada di rumah tersebut langsung mendatangi ke kamar dan bertemu dengan Brigadir J.

Saat itu, Bharada E menanyakan ke Brigadir J terkait apa yang sebenarnya terjadi. Bukannya menjawab, Brigadir J malah menembak Bharada E.

"Akibat tembakan itu, terjadilah saling tembak dan menyebabkan Brigadir J meninggal dunia," kata mantan Kapolres Palu tersebut. (mcr8/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler