BTN Ajak Pemda Bantu Pulihkan Ekonomi Nasional Lewat Sektor Properti

Minggu, 07 Maret 2021 – 17:40 WIB
Bank BTN (ilustrasi) Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengajak pemerintah daerah (Pemda) membantu dan mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui sektor properti.

Salah satunya dengan kemudahan perizinan dan penyediaan lahan.

BACA JUGA: BTN Siap Biayai Kebutuhan Rumah 6.400 Karyawan Kontrak Pelindo III

Plt Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan perhatian pemerintah pusat sangat luarbiasa terhadap sektor properti mulai dari memberikan kuota KPR subsidi, relaksasi aturan uang muka dari Bank Indonesia serta relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN).

Sekarang saatnya pemerintah daerah (Pemda) juga memberikan perhatian yang sama dengan pemerintah pusat, seperti memberikan relaksasi kemudahan regulasi perizinan.

BACA JUGA: Ibunda Felicia Ungkap ada yang Aneh Sebelum Kaesang Menghilang dari Putrinya, Oh Ternyata

"Upaya menurunkan harga rumah supaya lebih murah dan terjangkau sudah dilakukan. Di pusat usaha dan perhatiannya sudah luarbiasa. Sementara di daerah memang ada beberapa pekerjaan rumah dari pemda. Menurut kami perlu ada relaksasi perizinan," ujar Nixon di sela penyerahan bantuan CSR BTN kepada 71 Desa di Surabaya, akhir pekan lalu.

Menurut Nixon relaksasi aturan perizinan sangat penting karena biaya terbesar pembangunan rumah selain material rumahnya serta fasilitas umum dan fasilitas sosial yang biayanya dibebankan di harga rumah, biaya pengurusan perizinan juga tinggi dan masih banyak yang lambat.

BACA JUGA: PT IWIP Butuh 25 Ribu Tenaga Kerja Lokal Tahun Ini, Warga Maluku Utara Buruan Daftar!

"Meski tidak semua sama ada Pemda yang  cepat ada juga yang lambat. Jadi kalau ada investor sudah menanamkan dana tetapi perizinannya lama jadi return-nya kecil. Karena kecepatan perizinan penting sekali," tegas Nixon.

Nixon menilai, dengan berbagai relaksasi yang dilakukan pemerintah pusat, bank sentral dan juga Pemda, maka harga jual rumah bisa ditekan, sehingga bisa lebih murah.

Dengan harga rumah lebih murah, akan membuat demand atau permintaan rumah di masyarakat meningkat.

"Kalau harga jualnya turun maka yang diuntungkan konsumen. Ini akan meningkatkan demand terhadap rumah yang ujungnya bisa mendongkrak pertumbuhan sektor properti. Kalau sektor properti tumbuh maka akan menyumbangkan juga pada pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup siginifikan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi peningkatan demand yang tinggi tersebut, BTN telah menyiapkan bisnis proses yang lebih cepat.

Selain itu tahun ini BTN menambah kapasitas pembiayaan hingga mencapai 300 ribu.

"Kami sedang mendata bersama pengembang mana yang bisa segera diakadkan. Kami juga rajin turun ke bawah menyerap aspirasi pengembang apa yang bisa kami bantu," tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen Bank BTN dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, perseroan memberikan bantuan CSR berupa fogging di 71 perumahan subsidi yang dibiayai oleh Bank BTN.

Selain itu untuk mendukung proses belajar anak tetap berjalan di masa pandemi, BTN memberikan bantuan wifi gratis di 71 desa sekitar kantor wilayah perseroan seluruh Indonesia.

"Semoga ini dapat membatu mereka karena kita tahu UMKM itu mengalir juga pada ekonomi nasional dan perlu menjadi perhatian semua pihak," tukas Nixon.(chi/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 7 Manfaat Main Sepatu Roda untuk Kesehatan, Nomor 4 Diincar Para Pediet


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler