BTN Sukses Pangkas NPL, Kinerjanya Diprediksi Makin Cemerlang

Minggu, 07 Januari 2024 – 17:11 WIB
Bank Bank Tabungan Negara (BTN). Foto dok BTN

jpnn.com, JAKARTA - Keberhasilan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menurunkan rasio aset berkualitas rendah atau Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan diprediksi analis akan membuat kinerja perseroan makin cemerlang dan harga saham BBTN akan semakin menguat.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perseroan telah menyelesaikan transaksi penjualan NPL senilai hampir Rp900 miliar pada akhir tahun lalu dengan pihak-pihak terkait pada akhir tahun lalu. Hasilnya, transaksi ini berhasil memangkas rasio NPL BTN secara signifikan.

BACA JUGA: Menjelang HUT ke-74, BTN Gelar Anugerah Jurnalistik dan Foto, Berhadiah Rp 174 Juta

Head of Research BCA Sekuritas Andre Benas mengatakan transaksi penjualan aset bermasalah secara masif sangat positif bagi kinerja BTN.

"Ini akan meningkatkan Coverage NPL BTN menjadi lebih sehat, dari kisaran 142% pada September 2023 menjadi sekitar 150% pada akhir 2024," ujar Andre dikutip dalam risetnya, pada Minggu (1/7).

BACA JUGA: Jamkrindo Jalin Kerja Sama dengan 4 Bank Daerah

Lebih lanjut, Andre memberikan upgrade target price untuk BBTN menjadi Rp1.550/lembar saham dari sebelumnya Rp1.400/lembar saham dan memberikan upgrade BUY terhadap saham BBTN.

Sementara itu, Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menjelaskan, penjualan aset bermasalah secara masif (bulk asset sales) akan berdampak pada penurunan rasio NPL dan penurunan beban biaya CKPN BTN pada tahun berjalan.

BACA JUGA: Perkuat Penegakan Hukum Indonesia, Kejagung Tetapkan 8.000 Putra Putri Terbaik Bangsa

Pada 2024, BTN menargetkan akan kembali melakukan inisiasi bulk asset sales pada tahun 2024 dengan target penjualan aset sebesar Rp1 triliun.

“Cost of credit (CoC) BTN ditargetkan berada para range 1,1-1,4% pada 2024. Hal ini seiring dengan langkah manajemen dalam meningkatkan rasio NPL coverage ke level diatas 160% pada 2025,” katanya.

RHB Sekuritas menargetkan Target Price (TP) saham Bank BTN pada harga Rp1.650/lembar saham.

Harga ini mencerminkan 33% potensi kenaikan harga dibandingkan harga pada penutupan akhir tahun BBTN pada harga Rp1.250/lembar saham.

Direktur Utama PPA Muhammad Teguh Wirahadikusumah mengungkapkan, PPA sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa berkomitmen untuk turut mendukung stabilitas perbankan nasional melalui solusi penyelesaian NPL.

PPA sebagai arranger membantu BTN dalam melakukan penyelesaian NPL melalui uji tuntas yang seksama, komunikasi dengan para pemangku kepentingan terkait, serta mengedepankan manajemen risiko yang terukur.

“Penyelesaian NPL Bank BTN ini diharapkan dapat membuka peluang yang luas untuk bersinergi dengan industri perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun swasta, sehingga dapat memberikan nilai dan kebermanfaatan bagi industri perbankan Indonesia,” tutur Teguh.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BTN   Bank Tabungan Negara   Bank Btn   NPL   PPA  

Terpopuler