Bu Risma Mengajak Dermawan dan Dunia Usaha Meringankan Beban Penyintas Bencana di NTB dan NTT

Mensos Minta Bantuan Panglima TNI Menerbangkan Bantuan

Rabu, 07 April 2021 – 20:12 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengimbau semua elemen bangsa, termasuk dunia usaha dan masyarakat luas bersama-sama pemerintah dan instansi terkait membantu meringankan beban penyintas bencana. Foto: Kemensos.

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak dermawan, dunia usaha, serta seluruh lapisan masyarakat meringankan beban penyintas bencana alam di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya mengimbau dan mengajak semua elemen bangsa, termasuk dunia usaha, dan masyarakat luas bersama-sama membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak baik di NTT maupun di NTB,” kata Mensos Tri Rismaharini dalam keterangannya di hadapan media, Rabu (7/4).

BACA JUGA: Bu Risma Pijat Pengungsi Korban Kebakarang Kilang Balongan, Matanya Berkaca-kaca, Sedih

Dampak dari siklon tropis seroja telah mengakibatkan kerusakan berat dan kerugian material maupun immaterial yang luar biasa bagi masyarakat di sekitar NTT dan NTB.

Oleh karena itu, Kemensos mengajak dunia usaha dan elemen masyarakat bahu membahu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

BACA JUGA: Lestari Moerdijat: Langkah Penyelamatan Korban Bencana Alam NTT harus segera Dilakukan

Luasnya skala bencana dan dampak yang ditimbulkan, tentu saja membutuhkan perhatian dan kontribusi bersama semua elemen bangsa.

“Akibat banjir bandang dan longsor dampaknya luar biasa," tegas sosok yang karib disapa Bu Risma itu.

BACA JUGA: Azis Syamsuddin: Tugas Pemerintah Kian Berat

Dalam kesempatan itu, Bu Risma  menerima kehadiran perwakilan dunia usaha yakni dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT), dan pendiri sekaligus CEO kitabisa.com Muhammad Alfatih Timur.

Hadir pula Azevedo Andovireska Adikara da Lopez atau Andovi da Lopez seorang aktor, komedian dan YouTuber yang hadir bersama kakaknya, Jovial da Lopez. Juga tampak perwakilan kawin campur Indonesia.

Bu Risma mengatakan bencana alam di NTB dan NTT merupakan momen bagi semua elemen masyarakat dan para dermawan, untuk menunjukkan sikap solidaritas dan kesetiakawanan sosial.

"Bencana skalanya luas dan banyak daerah terdampak. Mari kita berkerja sama, membantu saudara-saudara kita yang terimpa bencana,” kata Bu Risma.

Dia menyatakan akan kembali ke NTT terutama ke wilayah yang masih terisolasi, untuk terus memastikan terakses oleh bantuan.

Saat ini, bantuan dari Kemensos sudah dalam posisi siap diterbangkan ke lokasi bencana menggunakan pesawat Hercules milik TNI.

"Jadi, Kemensos memohon bantuan dari Bapak Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto) untuk menerbangkan bantuan. Besok saya terbang jam 5 pagi,” katanya.

Dari kunjungannya pada Senin dan Selasa lalu, Mensos mencatat bahwa kesiapan SDM dari Kemensos seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) sudah cukup baik.

Namun, karena ada keterbatasan peralatan, makanan yang disiapkan untuk pengungsi tidak bervariasi dan menghabiskan waktu lama disiapkan. 

“Di sana tidak ada kompor gas, misalnya. Jadi ya masaknya lama. Kami akan bawa kompor gas nanti. Selain itu, juga akan dibawa kering tempe, orek tempe, selain juga obat-obatan. Kami juga sedang mengusahakan alat berat,” katanya.

Mensos memaklumi adanya harapan agar bantuan lekas sampai. Pada prinsipnya, kata Mensos, bantuan dari Kemensos sudah siap disalurkan.

Hanya saja, karena bencana membuat akses transportasi terkendala cuaca. “Misalnya kemarin bantuan dari Maumere, mau menyeberang ke Odonara, tetapi karena cuaca enggak bagus, ya enggak bisa. Namun kemarin, saya paksakan,” katanya.

Cauca yang masih belum menentu membuat transportasi mengalami kesulitan membawa barang.

“Di Adonara tidak ada landasan untuk pesawat. Terpaksa barang diangkut dengan manual. Jadi bukan kami tidak mau, tetapi tidak bisa,” ungkapnya.

Mengutip data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Rabu (7/4) jam 14.00 tercatat warga meninggal dunia 124 orang.

Sebanyak 74 orang hilang, 129 luka-luka, dan 4465 terdampak. Kemudian, sebanyak 688 rumah rusak berat, 272 rusak sedang, dan 154 rusak ringan.

Tercatat sebanyak 1962 rumah terdampak, fasilitas umum sebanyak 87 unit, dan 24 fasilitas umum rusak berat.

Merespons instruksi Presiden Joko Widodo, Mensos Risma telah bergerak cepat dengan hadir di sejumlah titik terdampak bencana di kedua provinsi.

Senin pagi, Mensos mendarat di Bima, Provinsi NTB. Mensos menyapa, dan memberikan motivasi kepada penyintas bencana. 

Mensos menyatakan, kehadirannya untuk melakukan respons cepat terhadap bencana di NTT dan NTB sebagaimana instruksi Presiden Jokowi.

“Saya hadir untuk memastikan ketersediaan logistik, dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” kata Mensos saat mengecek kesiapan penanganan bencana di ke Posko Pengungsi, Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos didampingi Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri berkeliling lokasi dengan berjalan kaki menerjang banjir.

Mensos menemui warga, dan menyerahkan kotak makanan untuk setiap masyarakat yang ditemui. Warga tampak antusias menyambut kedatangan Mensos.

“Salam dari Bapak Presiden. Semoga bapak dan ibu dan kita semua diberikan kesabaran. Kita sama-sama berdoa agar bencana segera bisa surut dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala,” kata Mensos.

Kemudian pada Selasa (6/4), Mensos melanjutkan tugasnya menuju NTT. Mendarat di Bandara Gewayantana Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT, Mensos bersama Bupati Flores Timur bertolak menuju Pulau Adonara menumpang helikopter BNPB.

Tiba di lokasi, Mensos menuju ke Desa Waipukang (ibu kota Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata) dan bertatap muka dengan masyarakat dan aparat setempat.

Bersama rombongan, Mensos Risma  menyusuri pemukiman warga yang rusak berat dilanda bencana. 

Mensos juga mengecek jembatan darurat yang dibangun warga secara gotong royong antara warga di Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur.

Hal itu dilakukan untuk mendukung proses evakuasi korban banjir bandang yang terkendala akibat jembatan utama putus. 

Mensos juga memastikan kebutuhan mendasar masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Flotim dan Kabupaten Lembata, NTT, tercukupi.

Menggunakan sepeda motor, Mensos menembus kawasan yang terisolasi akibat bencana yakni di Desa Waimatan dan Desa Amakaka. 

Baik di NTB maupun NTT, Mensos memastikan kebutuhan dasar penyintas bencana tercukupi.

Untuk memenuhi kebutuhan mendasar dan meringkan beban para penyintas bencana di NTB, Kemensos mengirimkan bantuan logistik berupa permakanan, perlengkapan keluarga, peralatan evakuasi, serta peralatan sandang dengan total Rp 1.254.302.685.

Adapun untuk penyintas bencana di NTT,  Kemensos telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 2.704.056.695.

Dengan perincian bantuan logistik tanggap darurat (buffer stock) sebesar Rp 672.056.695, logistik tanggap darurat (belanja langsung)  Rp 672.000.000; santunan ahli waris untuk 83 jiwa Rp 1.245.000.000, dan santunan korban luka berat sebanyak 23 jiwa dengan nilai Rp 115.000.000.  (*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler