Bu Susi, Ada 9 Kapal Hilang di Mimika Secara Misterius, Serius!

Senin, 11 Januari 2016 – 13:20 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - TIMIKA  - Sembilan kapal ikan milik PT Minatama Mutiara Timika yang bersandar di tengah kepungan pengamanan PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan), Polairud, TN AL (Lanal Timika), Polsek Pelabuhan dan lainnya, hilang di kawasan Poumako, 31 Desember lalu.

Ketua Komisi A DPRD Mimika, Saleh Alhamid, mensinyalir ada rekayasa. Anak buah Wiranto di partai Hanura itu menegaskan bahwa kasus ini tidak masuk akal. 

BACA JUGA: Tahan Napas Anda! Ada Ular Berlafaz Allah, Ini Wujudnya

“Itu tidak benar. Kapal itu sepertinya tidak dicuri atau hilang, melainkan dihilangkan. Dengan kata lain bahwa memang kapal tersebut sengaja dihilangkan. Pasti ada pihak-pihak yang mengatur semua ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Radar Timika, Senin (11/1).

Saleh mengatakan beberapa tahun lalu sudah pernah terjadi kasus serupa saat kapal Damarina juga dikabarkan hilang di Kawasan Poumako. Namun setelah dilakukan investigasi, ternyata kasus itu direkayasa.

BACA JUGA: Foto-Foto Di Bekas Galian, Bocah SD Ini Terjatuh Lalu Tewas

“Kapal (Damarina) itu 'diselesaikan' dengan uang lalu sengaja dibiarkan kabur. Jadi seolah-olah bahwa kapal itu hilang dicuri. Nah, saya rasa kasus sembilan kapal Minatama ini juga seperti demikian,” cetusnya. 

Menurut dia, seluruh kapal ikan eks-asing di Kawasan Poumako termasuk 47 Kapal milik PT Minatama Mutiara, harusnya dalam pengawasan secara ketat untuk dipastikan tidak beroperasi selama proses kebijakan Moratorium oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. 

BACA JUGA: Wadaww.. Perceraian PNS Banyak Banget

“Inikan pasti ada pihak yang bertanggungjawab melakukan pengawasan disana. Misalnya dari KKP dan juga dari DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Kabupaten Mimika. Tentu mereka ini yang tahu secara jelas,” kata Saleh. 

Mantan Bhayangkara Polri ini menyayangkan lemahnya fungsi pengawasan dibidang kelautan dan perikanan, lalu adanya oknum-oknum yang dibiarkan melakukan praktek illegal. Menurutnya, kejadian ini merupakan hal yang sangat memalukan. 

“Mustahil sekali jika kapal-kapal keluar begitu saja dan tidak ada yang lihat. Pasti ada yang mengatur ini,” katanya.  

Karena itu, selaku Ketua Komisi di bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Keamanan, Saleh berjanji akan meminta kejelasan kepada DKP Mimika dan perwakilan KKP RI yang terlibat dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Mimika. 

Diketahui, sembilan unit kapal milik PT Minatama Mutiara Timika diduga kuat dibawa kabur oleh sejumlah ABK perusahaan itu ke Tiongkok. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 31 Desember 2015 sekitar Pukul 01.00 Wit dini hari. 

Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Timika, Haryadi Nugroho, mengatakan kapal-kapal ikan eks-asing berbobot di atas 30 gross tone itu didgua dibawa kabur ABK, saat terparkir di kawasan Poumako sambil menunggu proses kebijakan moratorium. 

“Jadi kapal ini diduga dibawa lari oleh ABK (anak buah kapal) dari kapal PT Minatama sendiri. Karena yang membawa kabur ini orang China, maka kami duga kuat kapal itu dibawa ke China,” ujarnya.

Hilangnya kapal itu baru diketahui saat pekerja PT Minatama melakukan kontrol kapal sekitar pukul 08.00 Wit pagi. Saat itulah yang bersangkutan melaporkan bahwa ada sembilan kapal sudah tidak ada di tempat berlabuh. 

“Karyawan PT Minatama yang melakukan control ini juga kaget lalu kemudian menyampaikan hal itu kepada pihak perusahaannya. Lalu kemudian sekitar jam 11 siang itu baru PT Minatama mengirim surat pemberitahuan kepada kami di Pos PSDKP,” tandas Haryadi. (mix/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suami ke Kendari, Istri Oh Yes Oh No di Kebun dengan Pria Lain


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler