Budi Karya: Memerangi Hoaks Tidak Bisa Sendirian

Kamis, 12 September 2019 – 03:44 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (jaket hitam) saat rapat di DPR. Foto dok Humas Kemenhub

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, memerangi hoaks tidak bisa dilakukan sendirian.

Oleh karena itu, dia kembali mengajak semua pihak untuk bersama memerangi berita bohong atau hoaks yang makin marak di Indonesia.

BACA JUGA: Menhub Budi Minta 1.000 Taksi Listrik Segera Beroperasi, Keren! Ada Tesla Model X

Menurut dia, diperlukan kerja sama untuk meluruskan atau menghapus konten-konten yang bisa dipastikan merupakan berita bohong.

Budi menambahkan, hoaks juga harus bisa dilihat secara posistif.

BACA JUGA: Menteri Budi Karya Sampai Praktisi Hadir di Agri Vaganza 2019

“Karena itu, sekitar 500 orang kami ajak agar satu persepsi tentang Indonesia dan kami sudah bekerja banyak. Kami harus upayakan menciptakan kebanggaan baru sebagai insan transportasi, sebagai orang Indonesia,” katanya dalam seminar dan diskusi insan transportasi dengan tema Melawan Hoax atau Berkawan dengan Hoax di Jakarta, Rabu (11/09).

Dia menambahkan, masyarakat harus menyaring informasi yang didapat terlebih dahulu dan menyebar pesan yang dianggap punya efek buruk.

Apalagi, penyebar hoaks bisa dijerat dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 6 miliar berdasarkan UU ITE.

“Hoax harus ada persepsi yang sama. Karena itu, kami undang dari Papua, Aceh, juga untuk menjelaskan bahwa hoaks sudah menjadi cara orang untuk menjatuhkan orang lainnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, semua lintas sektoral memberikan jawaban yang benar mengenai Tol Garuda karena Presiden Joko Widodo sudah bekerja dengan baik..

Namun, setelah itu ada hoaks yang bertebaran dan dibiarkan merajalela di tengah masyarakat.

“Hoaks itu dibiarkan ke mana-mana dan membuat orang tidak percaya akan apa yang kami kerjakan sebenarnya. Karena itu, penjelasan harus dilakukan, dari presiden, saya, dan juga teman teman lainnya,” imbuhnya.

Budi menjelaskan, sederet keberhasilan pembangunan di Papua sudah bisa dinikmati dan telah mempunyai fungsi sebagai penggerak, pendorong, dan penunjang pembangunan.

Selain itu, mampu menghasilkan jasa transportasi yang andal, terpadu, tertib, lancar, aman, nyaman dan efisien dalam mendukung pengembangan wilayah, peningkatan hubungan internasional.

"Pengembangan infrastruktur jalan transportasi darat, laut dan udara harus dioptimalkan dalam rangka memperlancar arus penumpang, barang dan jasa guna mengurangi berbagai keterisolasian,” ujarnya. (jos/jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler