Budiman Sudjatmiko Bicara tentang Kemajuan Teknologi dan Silicon Valley

Selasa, 09 Maret 2021 – 23:02 WIB
Budiman Sudjatmiko. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko terus mendorong kemajuan teknologi melalui investasi pada bidang ilmu pengetahuan dan inovasi.

Menurut Budiman, agar kekuatan sains tumbuh makin digdaya, Indonesia harus punya komite sains kepresidenan.

BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko: Manusia Mengontrol dengan Imajinasinya

“Beberapa waktu lalu saya sempat berdiskusi dengan Dokter Mei, seorang neurosaintis. Kami bicara tentang contoh-contoh komite sains kepresidenan dan kantor perdana menteri di AS, Inggris dan Selandia Baru. Menurut saya, Presiden Jokowi juga seharusnya punya," ujar Budiman.

Budiman berharap tak lama lagi akan bermunculan desa dengan konsep 'silicon villages' alias desa berbasis teknologi dan inovasi revolusi industri 4.0. di banyak tempat di Indonesia.

BACA JUGA: Benarkah Kaesang Pangarep Kena Pelet? Mbah Mijan Lakukan Meditasi, Hasilnya...

Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini yang menuntut orang lebih banyak bekerja dari rumah (work from home), menurutnya gagasan tersebut harus segera diwujudkan.

Sementara minimnya akses internet di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), Budiman mendorong pemerintah daerah membangun infrastruktur digital tanpa harus tergantung pada dana pusat atau perusahaan telekomunikasi.

BACA JUGA: Privyid Hadirkan Tanda Tangan Digital dengan Pembuktian Tertinggi

“Salah satunya bisa dari badan usaha milik desa (BUMdes). BUMdes bisa jadi penyedia jasa ISP (Internet Service Provider) sendiri. Mereka bisa kerja sama dengan perusahaan penyedia jaringan internet swasta dan bagi hasil,” ucapnya.

Lebih jauh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, gerakan Inovator 4.0 disebutnya bisa menjadi solusi kongkret dalam menjawab tantangan zaman yang berubah sangat cepat dan makin dinamis.

Apalagi dikaitkan dengan adanya dana desa, Budiman berpendapat program yang dia gagas bisa mengoptimalkan penggunaan dana yang ada.

Sehingga dana desa tidak hanya dipakai untuk sekadar mengaspal jalan atau membuat gapura misalnya, melainkan juga untuk hal-hal yang dampaknya lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, utamanya peningkatan ekonomi desa melalui UMKM dan koperasi.

“Bagaimana dana desa Rp1 miliar atau Rp2 miliar pertahun dipakai untuk investasi sumber daya manusia desa kemudian dipakai untuk investasi di dalam perusahaan teknologi dan menjadikan badan usaha milik desa sebagai perusahaan teknologi bukan mustahil, itu harus dilakukan,” ucap Budiman dalam seminar virtual Industri 4.0 dan Konsep Sillicon Valley Indonesia.

Menurut Budiman, dari 74.954 jumlah desa yang ada di Indonesia, jika 10 persennya saja berhasil mengadopsi konsep silicon villages dan sukses, tentu dampaknya sangat terasa bagi Indonesia, utamanya bakal dirasakan oleh masyarakat desa itu sendiri yang lebih sejahtera dan maju.

Lebih lanjut Budiman menceritakan pihaknya saat ini sedang menggagas pembangunan silicon valley Indonesia di Jawa Barat, tepatnya di daerah Sukabumi.

Nantinya di daerah tersebut akan ada banyak kegiatan penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada teknologi revolusi industri, termasuk bioteknologi, semi konduktor, komputer kuantum dan teknologi penyimpanan energi.

“Bayangkan perusahaan teknologi di Sukabumi, tetapi yang memiliki orang-orang desa,” tuturnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baim Wong: Ini Orang Kurang Ajar Banget, Bisa Mati itu


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler