Bukalapak Tawarkan Saham ke Publik

Jumat, 09 Juli 2021 – 15:39 WIB
BukaLapak. Foto: BukaLapak

jpnn.com, JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) mengumumkan rencananya untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), dikisaran Rp750-850 per saham.

Perusahaan All-Commerce ini akan menjadi unicorn Indonesia yang pertama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA: Seperti ini Cara Marshanda Beri Dukungan Untuk Nia Ramadhani

Informasi ini disampaikan dalam Public Expose yang digelar secara virtual, serta turut mengundang para investor dan calon investor, baik dari kalangan institusi maupun retail.

Bukalapak akan menjalankan penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow sejak 9 Juli hingga 19 Juli 2021. Di mana pernyataan efektif dari OJK diharapkan terbit pada 26 Juli 2021.

BACA JUGA: Makin Mudah! Sekarang AgenBRIlink Layani Transaksi Dinomarket, Bukalapak, dan Traveloka

Selanjutnya, penawaran umum ditargetkan dapat dilaksanakan pada 28 Juli - 30 Juli 2021 dan pencatatan di BEI dengan kode saham BUKA dijadwalkan pada 6 Agustus 2021.

“Melalui rencana  IPO ini, kami yakin, bisa semakin memperkuat jaringan bisnis dan memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berkembang bersama guna mewujudkan ekosistem digital, serta memajukan UMKM di Indonesia. Hal ini sejalan dengan misi Bukalapak untuk mewujudkan perekonomian yang adil bagi semua," ujar Chief Executive Officer Bukalapak, Rachmat Kaimuddin.

BACA JUGA: Konsumen HPTL Ingin Pemerintah Hadirkan Regulasi Berbasis Riset

Dalam IPO ini, Bukalapak telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Adapun PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia juga ditunjuk untuk bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.

IPO ini juga akan ditawarkan kepada investor internasional, sehingga Bukalapak mempercayakan UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lynch (Singapore) Pte. Ltd. bertindak sebagai joint global coordinators dan joint bookrunners untuk memasarkan IPO ini kepada investor internasional.

Sesuai rencana, dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan dan entitas anak.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi, Bukalapak akan terus melakukan inovasi tidak hanya di layanan online, tapi juga offline.

Dengan demikian, siapa pun dapat mengaksesnya untuk kegiatan dagang dan bisa dari mana saja.

Melalui IPO, Bukalapak ingin melibatkan lebih banyak masyarakat mendukung perkembangan perusahaan lokal dalam memajukan perekonomian bangsa.

Sebagai perusahaan All-Commerce, Bukalapak melayani inti dari ekonomi konsumen Indonesia yang terdiri atas physical products, virtual products, SaaS, dan financial inclusion.

Platform All-Commerce tersebut menjadi salah satu kekuatan kompetitif yang dimiliki Bukalapak.

Selain itu, kepemimpinan pasar yang semakin nyata di pasar ritel mikro offline juga menjadi kekuatan Bukalapak.

Tim manajemen Bukalapak juga didukung oleh pemegang saham dengan kepentingan strategis yang selaras, mampu mendorong manfaat sosial bagi mitra dan komunitas Bukalapak, serta memiliki peluang yang sangat besar untuk e-commerce Indonesia dan pasar ritel mikro offline.

“Saya mengapresiasi kinerja perusahaan dan mendukung langkah manajemen untuk melakukan IPO Penawaran Umum Perdana Saham di tahun ini. Kami yakin, sebagai All Commerce ekosistem digital, Bukalapak dapat menjadi salah satu perusahaan publik dengan kinerja terbaik,” kata Presiden Komisaris Bukalapak, Bambang Brodjonegoro.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler