Bukti Tangan Dingin Moyes, West Ham Kini Bertengger di Posisi 5 Besar

Selasa, 16 Februari 2021 – 20:00 WIB
Manajer West Ham United David Moyes menyalami pemainnya Jesse Lingard pada akhir pertandingan melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris, 3 Februari 2021. (Pool via REUTERS/LAURENCE GRIFFITHS)

jpnn.com, INGGRIS - Polesan tangan dingin David Moyes terhadap West Ham United mulai menunjukkan hasil.

West Ham kini bertengger di urutan kelima klasemen sementara Liga Inggris.

BACA JUGA: FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke PSM Makassar

Tangan dingin Moyes sebelumnya telah menciptakan fondasi kuat di Everton.

Memberi ruang kepada Jesse Lingard untuk kembali bersinar setelah dicampakkan Manchester United, adalah salah satu polesan lain dari Moyes.

BACA JUGA: Bilbao Tembus 10 Besar Setelah Menang Tandang Pertama

Keberhasilan di Everton itu pula yang membuat Sir Alex Ferguson memilih dia sebagai penggantinya di Manchester United ketika pensiun pada 2013.

Namun, pindah ke klub raksasa langganan juara liga itu malah menjadi titik balik karier Moyes.

BACA JUGA: West Ham Hanya Terpaut Selisih Poin dari Chelsea, Unggul dari Liverpool

1 Juli 2013 menandatangani kontrak enam tahun, 20 Juli 2014 dia dipaksa angkat kaki dari Old Trafford setelah dipecat karena membuat klub berjuluk 'Setan Merah' menjadi tim medioker.

Manchester Evening News mengejeknya.

"Moyes tak melatih seperti halnya pelatih United. United mendapatkan seorang manajer Everton, pelatih Everton, seorang pemain Everton dan mencapai finis yang biasa Everton capai, urutan ketujuh."

Tak lama kemudian dia direkrut oleh Real Sociedad pada pertengahan musim.

Kontraknya 18 bulan, namun enam bulan sebelum habis dipecat setelah Sociedad mengalami awal buruk pada musim keduanya.

Satu semester menganggur, dia direkrut oleh Sunderland.

23 Juli 2016 menandatangani kontrak, 29 April 2017 Sunderland memastikan degradasi untuk pertama kali dalam kurun sepuluh tahun.

Moyes menyatakan akan tetap manajer, tetapi 22 Mei akhirnya mundur.

Enam bulan tanpa klub setelah itu, West Ham United meliriknya saat klub ini terlunta-lunta di zona degradasi.

7 November 2017 menandatangani kontrak setengah musim menggantikan Slaven Bilic yang dipecat.

Moyes membawa West Ham perlahan bangkit dan memastikan tetap di Liga Premier ketika masih menyisakan dua pertandingan lagi.

Tak kunjung mendapat kontrak baru, dia hengkang karena West Ham lebih memilih Manuel Pellegrini yang resumenya lebih mengkilat.

Namun, West Ham memanggilnya lagi pada 29 Desember 2019 setelah Pellegrini malah membuat klub ini mendekat ke zona degradasi.

Untuk kedua kalinya dia menyelamatkan West Ham dari degradasi.

Kali ini finis lebih baik pada urutan ke-16 dengan mengumpulkan 39 poin yang sebenarnya terbilang buruk.

Tak apa, yang penting masih di divisi elite sepak bola Inggris.

Nasibnya pada musim 2020-2021 membaik.

Separuh terakhir musim lalu klub ini hanya bisa memetik 20 poin dari 19 pertandingan, tetapi musim ini sudah mengemas 42 poin dari 24 pertandingan.

Bahkan poin itu sudah melewati total poin yang dikumpulkan musim lalu.

Menang 3-0 dari Sheffield United, Selasa dini hari tadi, West Ham menyalip Liverpool ke urutan kelima dan hanya kalah selisih gol dari urutan keempat Chelsea.


Orang Paling Tepat

Impian West Ham seketika melambung ke musim 1985-1986 saat era John Lyall, ketika untuk pertama kalinya mereka finis urutan ketiga Liga Inggris.

Moyes pun menjadi dewa di mata pendukung West Ham.

Kontraknya yang akan habis akhir musim ini kemungkinan besar diperpanjang.

Ketika pemilik West Ham David Sullivan menghubungi lagi Moyes saat mencari pengganti Pellegrini pada Desember 2019 atau 18 bulan setelah pelatih asal Skotlandia ini meninggalkan The Hammers.

Sullivan mengaku keliru melepaskan Moyes dan menganggapnya orang paling tepat yang mengisi posisi pelatih klubnya.

Sullivan membiarkan Moyes pergi karena ingin memperoleh Pellegrini yang CV-nya lebih menarik, karena pernah melatih tim juara Manchester City dan juga Real Madrid. Ternyata Pellegrini gagal.

Ketika Sullivan berubah pikiran, Moyes sebenarnya sedang didekati Everton untuk kembali melatih di Goodison Park.

Ketika Carlo Ancelotti di ambang ditunjuk menjadi penerus Marco Silva di Everton, Moyes mendapatkan tawaran dari West Ham dan kali ini serius sekali.

Kontak terus terjalin sampai akhirnya dia sepakat melatih di London Stadium.

Salah satu langkah pertama pada era keduanya di West Ham adalah merekrut gelandang Republik Ceko Tomas Soucek dengan status pinjaman dari Slavia Prague.

Tak hanya membeli pemain berusia 25 tahun yang berperan penting dalam membuat The Hammers tetap di Liga Inggris, Moyes juga mendorong klubnya membeli bek sayap Vladimir Coufal.

Uang sebesar 5 juta pound pun dikeluarkan.

Terbukti kemudian, sama dengan Soucek, pembelian ini membuktikan harga tidak membohongi kualitas.

Strategi transfer Moyes pun membuat puas manajemen yang kian mempercayai sang manajer yang memang efisien dalam belanja dengan hanya membidik pemain-pemain yang dianggapnya dibutuhkan klubnya, bukan atas dasar penilaian orang di luar klub.

"Yang tak akan saya beli adalah pemain yang hanya demi menyenangkan orang lain," kata Moyes seperti dikutip BBC.

Pembelian Soucek sendiri mendapat pujian dari lawannya, Jose Mourinho.

Pelatih Tottenham ini menyebut Moyes telah menemukan “Marouane Fellaini baru" pada diri Soucek setelah West Ham bangkit dari tertinggal 0-3 untuk seri 3-3 melawan Tottenham pada Oktober.

Mourinho mungkin menyindir karena Soucek mengingatkan pola main lama Moyes yang menekankan umpan-umpan panjang. Tetapi Mourinho juga memuji taktik Moyes yang juga menjadi faktor Sir Alex memilihnya sebagai 'The Chosen One' di Old Trafford.


Manajemen Senang

Sebelas musim penuhnya di Goodison Park memang istimewa.

Dua kali finis urutan kelima, sekali urutan keempat dan tiga kali dinobatkan Manajer Terbaik Liga Inggris yang hanya disamai oleh Sir Alex.

Moyes juga disenangi karena mengadopsi pendekatan manajemen yang sama dengan sewaktu di Everton, yakni menghangatkan hubungan skuad dengan manajemen yang tak terjadi pada era pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Pellegrini.

Moyes tinggal dekat klubnya.

Dia tiba di tempat latihan lebih awal dan pulang paling akhir.

Ketika pemain libur, dia hampir selalu ada di lokasi.

Dia juga aktif terlibat dengan masyarakat sekitar klub.

Rajin menghubungi penggemar selama lockdown dan ini semua membuat para pemain menyenangi pendekatan Moyes.

Hubungan dia dengan kapten Mark Noble yang merupakan kesayangan penggemar West Ham pun sangat bagus, baik di dalam maupun luar lapangan sehingga penggemar The Hammers jatuh hormat kepadanya.

Satu hal hebat dari Moyes adalah tidak pernah kehilangan kepercayaan kepada kemampuannya meskipun pernah sial bersama tiga klub sebelum The Hammers.

"Kami kini berada pada level yang lebih baik dibandingkan terakhir kali saya di sini," kata dia. “Akan ada jalan bergerinjal di depan, namun saat kami memulai perjalanan di Everton, kami tak tahu sampai berapa lama. Itu jadi perjalanan hebat dan sangat berhasil."

Dia ingin mengulangi lagi jalan sukses bersama Everton itu. Dia sudah melupakan eranya di Old Trafford, Sociedad dan Sunderland. Dia siap meretas jalan sukses bersama West Ham.

"Saya ingin melakukan perjalanan panjang di West Ham. Saya melihat ada ruang untuk membuat segalanya lebih baik dan saya kira yang telah saya alami bisa membantu juga West Ham menjadi lebih baik."

Tottenham, Manchester City, Manchester United dan Leicester City dan tiga tim lainnya sudah menanti Moyes dalam tujuh laga berikutnya.

Meski itu lawan-lawan yang berat. tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola, apalagi era pandemi sering menciptakan kejutan. Moyes dan West Ham bisa menciptakan kejutan-kejutan itu.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler