BUMN Farmasi Bisa Ciptakan Produk Global

Fokus Kembangkan Obat Penyakit Tropis

Rabu, 29 Mei 2013 – 07:11 WIB
JAKARTA - Pemerintah berupaya menggenjot industri farmasi di tanah air agar bisa mempunyai produk skala global. Salah satunya dengan memanfaatkan penemuan dari peneliti lokal. Hal tersebut dilakukan oleh kementerian BUMN kepada perusahaan yang dinaungi dengan mempertemukan kelompok peneliti kesehatan dari Universitas Airlangga Surabaya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dia sengaja mempertemukan 15 peneliti yang menciptakan 11 penemuan di bidang kesehatan dengan perusahaan medis milik negara. Sebab, BUMN di industri kesehatan juga harus siap dalam persaingan bisnis global. BUMN juga harus masuk ke ceruk yang tidak dimiliki perusahaan medis asing, yakni kemampuan meneliti penyakit-penyakit tropis yang menjadi khas Indonesia.

"Misalnya demam berdarah. Saya pernah tahu ada seorang pemimpin perusahaan multinasional yang terkena penyakit tersebut. Dan dia memutuskan untuk berobat ke Singapura. Tapi pengobatannya malah gagal dan dia meninggal. Soalnya, Singapura memang tak pernah mengalami demam berdarah. Karena itu, BUMN Farmasi harus aktif untuk menanggulangi masalah tersebut," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/5)

Dalam pertemuan tersebut, Dahlan menyebutkan ada 11 produk kesehatan yang ditawarkan kepada BUMN. Tiga diantaranya adalah alat tes kesehatan. Misalnya, alat tes zat berbahaya pada pangan, alat tes doping, dan alat tes kadar logam. Ketiga produk tersebut langsung dilemparkan kepada PT Indofarma yang bakal menjadi produsen alat tersebut. Sebab, Indofarma sudah berepengalaman menjual produk tes impor dari Tiongkok.

"Lalu ini ada satu lagi mikroskop fluorescent pendeteksi malaria. Kalau yang ini, nanti buat CSR (corporate social responsibility, Red) saja. Kan cocoknya untuk daerah-daerah terpencil seperti papua yang butuh alat cepat dan mudah. Nanti Biofarma yang menjadi pimpinan proyeknya," tambahnya.

Selain itu, Dahlan juga menawarkan beberapa penemuan obat yang dilakukan oleh profesor Universitas Airlangga. Misalnya, obat anti demam berdarah. Menurutnya, obat tersebut bakal menjadi produk laris. Sebab, obat tersebut termasuk penemuan skala dunia. "Penjelasannya kan biasanya obat demam berdarah hanya obat berjalan. Tapi, obat ini benar-benar mengobati penyebab demam berdarah," jelasnya.

Produk menarik lainnya yang dibawah oleh tim peneliti adalah pil KB khusus pria. Produk tersebut juga dinilai bakal menjadi salah satu produk yang berhasil secara global. Bahkan, pihak Tiongkok dan Amerika mengaku sanggup mengeluarkan USD 5 miliar untuk memfinalisasi obat tersebut. "Ini sudah terjadi kontrak dengan Indofarma. Jadi, pihak yang berminat nanti bisa diatur lewat Indofarma," tambahnya.

Soal realisasi, menurut Dahlan, masih memerlukan proses. Sebab, pertemuan pertama ini hanya sebagai match making dari produk potensial. "Nanti saya beri waktu satu bulan untuk masing-masing pihak berdiskusi dan membuat road map. Setelah itu baru bisa tahu kapan 11 produk itu bisa terealisasi," jelasnya. (bil/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan Iskan Optimis Harga Daging Sapi Turun

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler