Bunda, Ada 3 Tips Nih untuk Bangkit dari Situasi Krisis

Kamis, 01 April 2021 – 10:51 WIB
Ilustrasi logo seseorang hamil. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog klinis dari Universitas Tiara Puspita merekomendasikan tiga hal yang dapat para ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh menjalani peran.

Tiara memberi rekomendasi karena merasa para ibu kerap harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda.

BACA JUGA: Cari Busana Lebaran? Coba deh Koleksi Kolaborasi Sideline-Lesti Kejora

Seperti, khawatir pada kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup waktu untuk diri sendiri dan dan berbagai permasalahan lain yang membuat mereka semakin kewalahan.

"Karenanya, kemampuan menyadari pikiran, emosi dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa dikendalikan, bukan pada hal-hal yang belum pasti," kata Tiara dalam siaran persnya.

BACA JUGA: 4 Manfaat Minyak Peppermint, Nomor 1 Sangat Penting!

Tiga hal yang direkomendasikan yakni, self care. Ibu dapat mengurangi rasa stres dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya.

Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali.

BACA JUGA: Demam, Pegal dan Lemas Setelah Menerima Vaksin COVID-19? Virologis Bilang Begini

Mereka bisa menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan serta kesehatan yang optimal untuk dirinya dan keluarga.

Kedua, menciptakan keharmonisan keluarga.

Ketika ibu mencontohkan hubungan yang penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa yang positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga yang damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang, namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.

Ketiga, melatih diri untuk menerima situasi yang ada, baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak.

Sadari, bahwa ibu tidak harus selalu sempurna.

Dengan memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal yang berada dalam kendali.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, dan dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler