Buru History demi Tajamkan Tradisi

Jumat, 04 Juli 2014 – 20:18 WIB

jpnn.com - RIO DE JANEIRO - Inilah laga perempat final paling panas di Piala Dunia 2014: Jerman kontra Prancis di Estadio Maracana, Jumat (4/7) malam WIB. Sama-sama berstatus juara grup, keduanya harus saling jegal demi satu tiket semifinal.

Siapapun tahu bahwa Jerman adalah negara dengan mental juara sangat kuat di turnamen besar. Tim Panser -julukan Jerman- bahkan kerap disebut sebagai spesialis turnamen karena sering tampil hebat di Piala Eropa ataupun Piala Dunia.

BACA JUGA: Real Madrid Dapatkan Toni Kroos dengan Harga Murah

Bagi Jerman, selain merebut tiket semifinal, laga itu juga bakal dijadikan sebagai ajang untuk memburu history di Piala Dunia. Jika mampu menekuk Prancis, Jerman akan menjadi tim pertama yang sanggup empat kali lolos ke semifinal secara beruntun.

Sebelumnya, Jerman mampu finish sebagai runner up di Piala Dunia 2002 dan peringkat ketiga pada dua edisi terakhir. Hingga kini, belum ada satupun negara yang bisa empat kali melaju ke semifinal secara beruntun.

BACA JUGA: Kiper Prancis Senang Bisa Lawan Jerman

Ambisi Jerman menekuk Prancis kian tinggi karena memiliki rekor bagus di Piala Dunia. Jerman pernah menekuk Prancis pada semifinal Piala Dunia 1982 dan 1986 silam. Saat itu, Jerman masih mengusung nama Jerman Barat.

Laga juga digaransi bakal sengit jika menilik rekor gol dalam pertemuan kedua tim. Hingga kini, sudah tercipta 17 gol dalam tiga pertemuan terakhir di Piala Dunia.

BACA JUGA: Pelatih Kolombia Ejek Performa Brasil

Tim Panser kian pede karena pernah menekuk Prancis dengan skor 2-1 pada pertemuan terakhir, Februari 2013 silam. Saat itu, Thomas Muller dan Sami Khedira mampu membalas gol yang dilesakkan gelandang Prancis, Mathieu Valbuena.

Tapi, Jerman sebenarnya terlihat inferior jika menilik sepuluh laga terakhir kontra Prancis. Pasalnya, Tim Panser hanya bisa membukukan tiga kemenangan, dua hasil imbang dan menelan lima kekalahan.

Kondisi itu diperparah dengan serangan flu yang menerjang para pemain Jerman. Mereka di antaranya ialah Christoph Kramer dan Mats Hummels. Sementara, beberapa pemain lainnya mengalami radang tenggorokan. “Tapi saya tak mau mendramatisir situasi ini,” tegas pelatih Jerman, Joachim Low di laman Bild.

Di sisi lain, Prancis tentu ingin membalas sakit hati atas kekalahan di Piala Dunia 1982 dan 1986 silam. Salah satu yang paling membekas ialah ketika kiper Jerman, Harald Schumacher dengan brutal melanggar penggawa Prancis, Patrick Battiston pada Piala Dunia 1982 lalu. Saat itu, Battiston sampai harus kehilangan beberapa gigi.

Selain mengusung misi balas dendam, Prancis juga ingin menajamkan tradisi di Piala Dunia. Hingga kini, Prancis selalu sukses melangkah ke babak semifinal jika sudah melewati babak 16 besar. Catatan itu terjadi pada Piala Dunia 1958, 1982, 1986, 1998 dan 2006.

Prancis juga dikenal dengan kemampuannya mendobrak pertahanan lawan di Piala Dunia 2014. Sebanyak sepuluh gol yang mereka ciptakan di Brasil selalu terjadi dari dalam kotak penalti. Artinya, Prancis memiliki segudang cara untuk memasuki area terlarang lawan.

“Kami tak takut dengan siapapun. Kami ingin memenangkan laga ini untuk teman, keluarga dan negara,” tegas kapten Prancis, Hugo Lloris di laman L'Equipe. (jos/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ronaldo Desak Scolari Ubah Permainan Brasil


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler