jpnn.com - Selain itu, mereka juga meminta perajin Thomas Lyte untuk memperbaiki tropi tersebut. Total, biaya perbaikan tropi juara kompetisi tertua di dunia tersebut mencapai sekitar 3 ribu pounds atau menyentuh angka Rp 44,7 juta.
Dengan perbaikan yang dilakukan tersebut, FA memberikan garansi bahwa tropi yang sudah berusia 132 tahun itu bakal tampil layaknya sebuah benda yang masih baru. Tropi tersebut memang mengalami kerusakan cukup banyak ketika masih dipegang Chelsea.
BACA JUGA: Masa Depan Edin Dzeko di City Masih Suram
Seorang ahli Kevin Williams mengatakan, kerusakan yang terjadi di tropi itu memang membuat FA mesti melakukan restorasi cukup banyak.
“Kerusakannya cukup banyak. Sebab, banyak pemain yang sangat ingin untuk memegangnya. Perak adalah sebuah logam. Itu bisa rusak di bagian manapun. Untungnya, Anda hanya perlu untuk merawatnya dengan agak ringan,” terang Williams seperti dilansir Daily Mail, Jumat (10/5).
BACA JUGA: Masai Ujiri Jadi Executive NBA Of The Year
Dia menambahkan, cukup parahnya kondisi piala tersebut membuat pihaknya mesti melakukan perawatan yang sangat lama. Selain perbaikan, pihaknya juga mesti menyemir piala tersebut agar kinclong. Padahal, biasanya, hanya dibutuhkan waktu sekitar 38 jam.
“Kami juga melakukan hal yang sama untuk tropi Liga Champions,” tambah Williams. (jos/jpnn)
BACA JUGA: Yaya Toure Nilai Pensiunnya Fergie Berkah Bagi City
BACA ARTIKEL LAINNYA... PSSI Akhirnya Kirim Timnas U-14 ke Myanmar
Redaktur : Tim Redaksi