Cabai Mahal, Pedagang Sambal Pecel Gigit Jari

Sabtu, 07 Januari 2017 – 10:39 WIB
Para pedagang rica atau cabai di Pasar Barito Bahari Berkesan, Ternate, Rabu (4/1). FOTO: Malut Post/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com -Harga cabai yang terus melonjak membuat pengusaha sambal pecel di Kabupaten Blitar, Jawa Timur mengeluh.

Para pengusaha tidak berani menaikkan harga jual, karena khawatir para konsumen akan lari.

BACA JUGA: Harga Tembus Rp 180 Ribu/Kg, Cabai Setan Makin Seram

Meski terus merugi karena biaya produksi terus membangkak, tapi para perajin tetap bertahan, dan berharap agar harga cabai segera turun.

Salah satu yang melakukan itu adalah pengusaha sambal pecel milik Supriyati (59), warga Desa Gleduk Kecamatan Sanan Kulon.

BACA JUGA: Harga-harga Naik Semua, Susah Jualnya


"Sejak harga cabai semakin mahal, omset penjualan menurun drastis," ujar Supriyati.

Bahkan omsetnya menurun hingga Rp 500 ribu per hari.

BACA JUGA: Harga Rica Nona Naik, Rica Keriting Turun

Untuk menyiasati agar usahanya tidak merugi, Supriyati terpaksa mengurangi jumlah cabai dalam masakan sambal pecelnya.

Jika awalnya dalam sehari menghabiskan 11 kilogram cabai, kini karena harga melambung, maka dikurangi hingga 9 kilogram.

"Untuk tiap 1 kilogram sambal pecel dijual dengan harga Rp 35 ribu," imbuhnya.

Sambal pecel milik Supriyati ini, dikirim ke kota-kota besar di Jawa Timur. Seperti Malang, Surabaya dan Jakarta. (end/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Cabai Kok Makin Pedas Aja Nih


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler