Cahyo Meninggal Jelang Dioperasi

Nelayan Lumpuh yang Akan Diobati Dahlan Iskan

Kamis, 25 April 2013 – 09:00 WIB
KEMANUSIAAN - Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat mengangkat kaki Cahyo, nelayan yang mengalami kelumpuhan di Karawang, Selasa (16/4). Foto: Faisal Halimi for JPNN
CILAMAYA KULON-Baru saja akan dibawa ke Rumah Sakit Bedah Surabaya untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan, pada Jumat besok (26/4), namun pasien lumpuh asal Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Cahyo (50) sudah meninggal dunia, Rabu (24/4) sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebelumnya, almarhum Cahyo sempat dijenguk langsung oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, pada kesempatan kegiatan kunjungan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (17/4) lalu. Saat itu, almarhum sempat mendapatkan suntikan motivasi langsung dari Dahlan Iskan, agar mau dibawa berobat sampai sembuh.

Sampai dengan Wakil Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana menyatakan siap menanggung segala biaya operasional selama almarhum dirawat di Surabaya. Pada Senin lalu (21/4), sebenarnya Pasundan Ekspres (Grup JPNN) bersama perwakilan tokoh masyarakat sekitar bernama H Gofur, baru saja selesai mengurus beberapa persyaratan administrasi di RSUD Karawang, agar almarhum bisa secepatnya diberangkatkan ke Surabaya.

Namun pada akhirnya, takdir berbicara lain. Cahyo telah berpulang ke Rahmatullah dan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, sekitar pukul 09.20 WIB.

Pada kesempatan belasungkawa, Dahlan Iskan yang diwakilkan kepada Direktur Pasundan Ekspres Moh Fauzi menyatakan, bahwa sebenarnya Menteri BUMN dan Wabup Karawang dr Cellica sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pengobatan dan operasi penyakit yang diderita Pak Cahyo.

"Rencananya almarhum tadinya akan diberangkatkan 26 Apri 2013. Pihak Pasundan Ekspres sudah mengordinasikan dengan RS Bedah  di Jalan Raya Manyar No 9 Surabaya Jawa Timur. Dan Dahlan Iskan pun akan langsung menyambut kedatangan Pak Cahyo," ujarnya, Rabu (24/4).

Dikatakannya, secara teknis pihak RS Bedah Surabaya sudah menyatakan kesiapannya untuk membantu proses pengobatan almahrum. Karena rencananya, Pak Cahyo akan di operasi untuk dipasang alat titanium di bagian punggungnya. "Semua sudah kehendak Allah SWT. Usaha dan ikhtiar sudah kami lakukan untuk turut membantu meringankan dan mengobati beban Pak Cahyo," imbuhnya.

Tetapi kalau Allah SWT sudah memanggilnya, lanjut Moh Fauzi, lantas sebagai manusia mau bagaimana lagi. "Pihak keluarga pun kepada saya menyampaikan terimakasih atas kepedulian Pak Dahlan Iskan, Pasundan Ekspres, Wabup Cellica, H Gofur dan yang lainnya. Tetapi inilah realitas kelemahan ikhtiar tangan seorang manusia, yang diluar dugaan Pak Cahyo sudah dipanggil Allah SWT," tuturnya.

Sementara itu Wabup dr Cellica Nurrachadiana mengatakan, dirinya mengaku sempat merasa sedikit bingung saat didaftar panggilan masuk hand phone nya ada telpon masuk dari H Gofur sebanyak delapan kali. Setelah ditelpon balik, Cellica mengaku merasa kaget saat mendengar kabar Pak Cahyo meninggal dunia.

"Padahal segala sesuatu persiapan pemberangkatan Pak Cahyo ke Surabaya sudah dipersiapkan. Padahal temen-temen RSUD juga sudah menghadap saya secara langsung untuk pemberangkatannya. Karena di Surabaya, Pak Cahyo akan diterima langsung Pak Dahlan Iskan," tuturnya.

Dikatakan Cellica, dirinya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almahrum. Karena pada prinsipnya, lanjut Cellica, dirinya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk proses penyembuhan Pak Cahyo. Dikatakannya, semoga arwah almarhum diterima disisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Saya juga ucapkan terimakasih banyak kepada Pak Dahlan Iskan dan Pasundan Ekspres yang sudah berupaya ikut membantu. Begitupun kepada H Gofur sekeluarga yang tidak ketinggalan membantu dalam proses penyembuhan sebelumnya. Tapi inilah akhirnya kehendak Allah SWT," tuturnya.

Sementara itu, istri almarhum Pak Cahyo, Ibu Carini (32) membenarkan bahwa suaminya seketika itu langsung dimakamkan di TPU desa setempat. Selain itu, dirinya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Dahlan Iskan, Pasundan Ekspres, serta Wabup dr Cellica yang sejauh ini sudah berupaya untuk membantu proses penyembuhan penyakit almarhum.

"Saya ucapkan banyak terimakasih atas semua upaya yang sudah dilakukan. Meski sudah bantu semaksimal mungkin, tapi Tuhan malah berkehendak lain. Ke depan, semoga ketika ada keluarga saya, tetangga atau saudara yang membutuhkan bantuan seperti ini, pemerintah bisa membantu," tandas Carini yang juga mengaku ikhlas atas kepergian almarhum.(adk/man)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aceh Utara Diserang Bakteri Mematikan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler