Cak Imin Beberkan Tantangan yang Harus Diatasi di Dunia Metaverse

Kamis, 14 April 2022 – 20:49 WIB
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin. Foto: Dokumentasi Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyinggung soal tantangan yang akan dihadapi di era dunia metaverse ke depan. Ia menjelaskan perkembangan mutakhir tentang kemajuan dunia digital dan teknologi terjadi begitu cepat dan bahkan di luar dugaan.

"Bahkan yang paling terakhir, dunia digital kita sudah sampai level masuk dunia maya yang nyata. Dunia nyata yang maya. Sebuah dunia metaverse, yang dibangun dan dikontruksi dengan sangat serius," kata Cak Imin secara virtual dalam acara Webinar Ditjen IKP Kominfo bertajuk "Media Digital: Upaya Memperkuat Karakter Bangsa dan Bela Bengara", Rabu (13/04).

BACA JUGA: Dasco Ungkap Agenda Pertemuan Anggota KPU-Bawaslu Terpilih dengan Cak Imin

Pergeseran dunia digital kata Cak Imin, diibaratkan menjadi dunia nyata yang maya, sekaligus dunia maya yang nyata. Metaverse menghadirkan sebuah fakta baru dari sebuah dinamika interaksi antar subjek di dalam dunia digital akhir-akhir ini.

"Kita akan masuk pada wilayah, seoalah-olah kita ada bersama dalam satu dunia, tetapi sebetulnya kita masuknya melalui digital. Kita akan masuk, bahkan sekarang sudah merambah pembagian wilayah zonasi dan lokasi dari metaverse yang akan terjadi," jelasnya.

BACA JUGA: Kata Cak Imin Tentang Perempuan dan Olahraga

Menurut Cak Imin, semua itu merupakan tantangan baru. Dimana akan berakibat pada interaksi ekonomi, cara kerja ekonomi, hingga bisa menentukan apakah kegiatan sebuah ekonomi akan bisa produktif atau tidak produktif sama sekali.

"Contoh sederhana, ketika masuk dunia metaverse kita membeli, dengan membayar satu password agar kita bisa masuk dunia metaverse. Di dalamnya kita bisa belanja dan menggunakan uang kita, tentu saja menggunakan credit card kita, lalu menjadi transaksi ekonomi di dalam dunia metaverse itu," jelasnya.

BACA JUGA: Cak Imin Sebut Era Digital Buka Peluang untuk Semua, Jakarta dan Nganjuk Jadi Sama

Selain itu lanjut Cak Imin, ia melihat bahwa dunia digital saat ini tengah didekte oleh para produsen teknologi. "Konsumen teknologi Indonesia adalah pengguna yang selera dan manfaat penggunaannya sangat didekte oleh produsen teknologi informasi ini," ungkapnya.

"Contoh sederhana, iPhone yang kita beli, handphone yang kita beli teknologinya sudah sangat lengkap. Tetapi yang dijual adalah teknologi yang masih dicicil, sehingga kita setiap saat termotivasi untuk membelanjakan uang kita menjadi menjadi konsumen-konsumen boros untuk sebuah teknologi. iPhone 13 belum puas kita gunakan, ada temuan sedikit muncul 14 iPhone, begitu dan seterusnya. Oleh karena itu, kita harus bersiap-siap dengan keadaan ini," tandasnya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler