Cak Imin Sempat Komplain ke Kiai Ma'ruf soal Ijtima Ulama

Senin, 13 Agustus 2018 – 18:07 WIB
Muhaimin Iskandar. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengaku sempat komplain kepada KH Ma'ruf Amin atas pernyataannya yang menyebut pihak sono tidak mendengar hasil ijtima ulama. Pernyataan itu lantas dianggap kubu Prabowo Subianto sebagai tudingan untuk mereka.

Ketum partai yang beken disapa dengan panggilan Cak Imin itu mengatakan bahwa media salah kutip karena Kiai Ma'ruf tidak pernah mengatakan seperti itu.

BACA JUGA: Strategi Jitu, Jokowi Terkena Jebakan Batman

"Saya kira itu salah kutip. Saya sudah cek ke Kiai Ma'ruf, yang dimaksud Kiai Ma'ruf bukan seperti itu. Kemarin saya komplain juga, kiai ngapain ngomong begini? Ah enggak, saya enggak pernah ngomong begini. Begitu (kata Kiai Ma’ruf, red)," kata Cak Imin menirukan jawaban Kiai Ma'ruf, di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (13/8).

Cak Imin pun tidak mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud bakal cawapres untuk Joko Widodo itu. Sebab, Kiai Ma'ruf menurutnya cuman menyatakan tidak pernah berkata demikian.

BACA JUGA: Ini Perintah Habib Rizieq terkait Prabowo - Sandiaga

Diketahui saat berkunjung ke kantor DPP PPP, Jumat (10/8) lalu, Kiai Ma''ruf sempat menyinggung hasil ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) yang tidak didengar pihak sebelah.

"Ada belah sono ngomong, ya, menghargai ulama, tapi hasil ijtima ulama enggak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," ucap ketua umum MUI yang telah mendaftar ke KPU sebagai cawapres untuk Jokowi. Memang, ketika itu dia tidak secara eksplisit menuding kubu Prabowo.

BACA JUGA: Diperiksa 12 Jam, Pak Jokowi dan Kiai Maruf Mengaku Sehat

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan masalah ijtima ulama bukan bagian dari koalisi pendukung Jokowi. Maka ketika ada rekomendasi hasil ijtima yang tidak dipenuhi, para ulama dan masyarakat yang bisa memberi penilaian.

"Tidak perlu kemudian partai politik pendukung mana pun, terutama dari dalam kami sendiri atau dari mereka kemudian menggunakan ini untuk menuduh dan sebagainya. Kalau memang itu (hasil ijtima ulama) bagian dari keputusan dari yang harus dipenuhi tapi tidak dipenuhi, silahkan publik, masyarakat memberikan penilaian," ucap Pramono. (fat/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Insyaallah JK atau Mahfud Pimpin Timses Jokowi-Maruf


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler